BACAMALANG.COM – Adu argumen antara Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang soal rencana pembangunan Alun-Alun Kepanjen masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, Redam Guruh Krismantara mengingatkan kembali bahwa rencana pembangunan alun-alun itu telah dibahas melalui mekanisme Panitia Khusus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Pansus RPJMD) 2025-2029.
“Apa yang disampaikan rekan-rekan Fraksi Gerindra terkait alun-alun saya rasa sah-sah saja. Tetapi saya perlu mengingatkan bahwa RPJMD yang tahun lalu disusun itu adalah dokumen daerah yang disana ada rencana pembangunan alun-alun. Dimana dalam Pansus RPJMD itu beranggotakan semua Ketua Komisi dan hampir semua Ketua Fraksi. Ketika berkas RPJMD itu dibahas semuanya sepakat bahwa alun-alun menjadi salah satu project pembangunan daerah. Ingat, semua setuju lho,” kata Redam, Kamis (28/5/2026).
Redam pun merasa heran ketika saat ini rencana pembangunan alun-alun itu disoal. Mengingat, jika alasannya adalah efesiensi, maka seharusnya pada saat pelaksanaan Pansus RPJMD sudah diutarakan, namun hal itu tidak dilakukan sama sekali.
“Dan kalau hari ini pembangunan alun-alun dikaitkan dengan efisiensi, kok ya apa tidak ‘kasep’ (terlambat, red) baru dibicarakan sekarang? Mengingat Inpres 1 Tahun 2025 itu berlaku mulai 22 Januari 2025. Kenapa tidak dari dulu ketika Inpres tersebut mulai berlaku disampaikan ke Pansus RPJMD soal efisiensi alun-alun? Kenapa kok diam saja dan setuju-setuju saja? Kan aneh bagi saya. Lha wong Pansus RPJMD itu dibentuk Juni 2025. Harusnya waktu Rapat Pansus disampaikan, kok malah baru sekarang,” ungkapnya.
Pria berkacamata itu juga balik bertanya apabila ada permintaan untuk dilakukan kajian ulang terkait pembangunan alun-alun.
“Ya saya rasa semisal dikaji yang dikaji dari mananya? Status tanah? Apa dikaji terkait efisiensinya? Atau apa? Lha kok baru bicara sekarang. Di Pansus RPJMD kan ada anggota tiap fraksi bahkan hampir semua ketua fraksi. Apa yang masuk di Pansus tidak laporan kepada Pimpinan Fraksinya terkait poin-poin RPJMD apa bagaimana? Kalau kami Fraksi PDI Perjuangan pasti koordinasi dan komunikasi pada Pimpinan Fraksi masing-masing dan juga tentunya komunikasi dengan Pak Bupati,” tutur Redam.
Lebih lanjut, Redam menyesalkan jika baru sekarang rencana pembangunan alun-alun dipersoalkan. Menurut Redam, seharusnya protes dilakukan sejak dari awal pembahasan apabila memang dirasa pembangunan alun-alun itu dinilai sebagai pemborosan anggaran.
“Kalau memang semangatnya efisiensi, kenapa dulu waktu paripurna penetapan RPJMD tidak diinterupsi saja? Atau mungkin sebelum paripurna waktu bahas alun-alun walk out atau bagaimana. Lha ini tatanan berkas sudah jadi kok baru ada suara. Kan kalau kata orang jawa begini ‘ngono yo ngono ning ojo ngono’ (begitu ya begitu, tapi jangan begitu, red),” sambungnya.
Ditambahkan Redam, Alun-Alun Kepanjen telah lama dinanti kehadirannya selama beberapa dekade. Seperti yang diketahui bersama, selama ini Kabupaten Malang belum memiliki ikon landmark yang merepresentasikan daerah itu sendiri.
“Makanya kalau kami Fraksi PDI Perjuangan tetep dari dulu, sikap kami sama, mendukung pembangunan alun-alun, karena itu adalah identitas daerah yang selama puluhan tahun ini kita tidak punya. Kepanjen harus hidup dengan adanya pembangunan alun-alun kelak,” jelasnya.
Redam yang juga duduk di Komisi I ini bilang, semua pihak sejatinya harus menghormati hasil dari pelaksanaan mekanisme yang sudah dijalankan.
“Saran saya ayolah kita jalankan mekanisme kelembagaan dengan bener lan pener. Kalau ada yang tidak tepat sampaikan di awal, toh ya kita ini satu lembaga yang mana lembaga ini sudah melakukan sidang terkait hal ini,” tegasnya.
Di luar itu, Redam meluruskan perihal undangan yang ditujukan kepada dirinya dan Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan Zulham Akhmad Mubarok.
“Oh ya satu hal lagi, terkait tercantumnya nama saya dan Pak Zulham di undangan dari Pak Bupati yang dalam hal ini melalui Pak Sekda, ya silahkan ditanya saja ke Pak Sekda. Saya di undang ya saya datang. Kami hanya dimintai pikira-pikiran kebetulan saya mewakili Gen Z dan Pak Zulham millenial. Monggo ditanyakan saja,” pungkasnya.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga




















































