BACAMALANG.COM – Jutaan Warga Kabupaten Malang merasa keheranan dan bertanya-tanya kenapa meski jadwal Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang semakin dekat, namun konstelasi politik terasa adem ayem saja.
Terkait hal ini, BacaMalang menyampaikan hasil wawancara random, kualitatif dan terbatas, tentang pasifnya parpol melaunching bakal calon Bupati, kira-kira apa yang menjadi penyebabnya, tentang patron koalisi, dan tanggapan adanya potensi terjadinya bumbung kosong (paslon/peserta tunggal), kepada sejumlah narasumber.
Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Malang, H. Ahmad Daniyal, berbicara tentang Pemilihan Bupati mendatang.
Ia mengungkapkan beberapa hal terkait Pilbup mendatang:
Strategi dan Kepercayaan Diri Petahana : Daniyal menyebut bahwa petahana saat ini lebih percaya diri menghadapi Pilbup mendatang. Namun, mungkin ada strategi atau tahapan lain yang perlu dilakukan oleh bakal calon partai politik lainnya untuk bisa menang melawan incumbent.
Format Koalisi : Daniyal mengingatkan bahwa format koalisi partai di Pilpres berbeda dengan format koalisi partai di Pilbup. Tidak selalu linier dan tergantung pada kepentingan di bawahnya.
Penentuan Calon : Setiap partai tentu menginginkan calonnya menang. Daniyal menekankan bahwa penentuan calon harus dipersiapkan dengan matang. Di Kabupaten Malang, hanya PDI dan PKB yang bisa menentukan calon tanpa berkoalisi. Daniyal melihat peluang bagi petahana untuk mengusung dirinya agar peluang menang lebih besar.
Demokrasi dan Pilihan Paslon : Sebagai ketua DPC PPP, Daniyal berharap masyarakat memiliki pilihan paslon yang lebih banyak. Jika terjadi bumbung kosong, ini berarti ada kemunduran dalam berdemokrasi di Kabupaten Malang.
Pemimpin Amanah : Daniyal menegaskan bahwa sudah saatnya Kabupaten Malang berbenah dan memilih pemimpin yang amanah.
Pewarta/Editor: Hadi Triswanto




















































