BACAMALANG.COM – Konstelasi politik jelang Pilbup Malang, yang sebelumnya adem ayem, kembali menggeliat, karena seperti sudah banyak diramalkan pengamat dan warga Kabupaten Malang, dengan munculnya bakal calon bertakeline : Salaf (HM Sanusi – Lathifah Shohib).
DPP PDIP telah memberikan surat rekomendasi kepada petahana HM Sanusi untuk berlaga kembali dalam pertarungan Pilkada di kabupaten terluas kedua se-Indonesia setelah Banyuwangi ini.
Meski dinilai mempunyai kekuatan besar, namun bagi penantangnya masih terbuka lebar untuk bisa mengalahkannya dalam pesta demokrasi lima tahunan di 27 November 2024 nanti.
Sehubungan dengan hal ini Direktur Lembaga Studi Agama dan Demokrasi (ELSAD, Maulidin Al Maula memberikan pandangannya.
Pria alumnus Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Universitas Airlangga ini menuturkan, dalam pemilihan Bupati Malang, pasangan calon yang dikenal sebagai Salat dinilai tidak tertandingi dan menarik perhatian.
Namun, apakah benar-benar tidak ada tantangan bagi mereka? Mari kita telaah beberapa aspek:
Elektabilitas vs. Psikologis : Meskipun elektabilitas Salat tinggi, faktor psikologis juga berperan.
Bagaimana persepsi masyarakat terhadap mereka? Apakah mereka dianggap sebagai teladan yang tak tergantikan?
Koalisi dan Soliditas : Koalisi antara PKB dan PDIP dianggap sebangun dengan suara Sanusi-Latifah. Namun, soliditas tim juga penting.
Jika koalisi tidak sebangun, apakah tim di level bawah tetap solid?
Tentang Penantang : Abah Anton disebut sebagai potensial penantang.
Namun, apakah dia memiliki keunggulan yang bisa mengalahkan Salat?
Kelemahan Salat : Dalam membandingkan, perlu mencari titik lemah Salat. Apa kelemahan mereka? Kinerja dan fokus bisa menjadi pertimbangan.
Kelemahan Salat : kinerja. Cara melawan: tunjukkan kelemahan kinerja Salat, sebagai bupati, sebagai DPR. Lalu fokus pada tawaran program. Program harus mengena, terukur dan terpahami.
Fenomena Bumbung Kosong : Diperkirakan akan terjadi fenomena bumbung kosong. Paslon lain mungkin tidak percaya diri untuk merilis bakal calon karena tidak memiliki kapasitas.
Namun, jika muncul di luar Salat, itu mungkin dalam rangka nampang agar ada yang meminang. Mereka bisa tampil ke permukaan dengan membuat poster sebagai calon bupati, dengan harapan bisa diajak sebagai wakil atau posisi lebih rendah.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































