Pakar Politik UB: Berdasarkan Karakter Pemilih, Ketiga Paslon Pilkada Kota Malang Berpeluang Sama - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 12 Sep 2024 13:59 WIB ·

Pakar Politik UB: Berdasarkan Karakter Pemilih, Ketiga Paslon Pilkada Kota Malang Berpeluang Sama


 Dari kiri-Ketua Tim Peneliti Perilaku Pemilih di Era Digital, Andhyka Muttaqin S.AP, M.PA, ;Sekretaris UB Dr. Tri Wahyu Nugroho dan Ketua Bidang Kerjasama BP2M FISIP UB Novy Setia Yunas, S.IP M.IP saat BONSAI atau Bincang & Obrolan Santai bersama Pakar oleh Universitas Brawijaya yang mengusung tema Perbesar

Dari kiri-Ketua Tim Peneliti Perilaku Pemilih di Era Digital, Andhyka Muttaqin S.AP, M.PA, ;Sekretaris UB Dr. Tri Wahyu Nugroho dan Ketua Bidang Kerjasama BP2M FISIP UB Novy Setia Yunas, S.IP M.IP saat BONSAI atau Bincang & Obrolan Santai bersama Pakar oleh Universitas Brawijaya yang mengusung tema "Karakter Pemilih pada Pilkada Kota Malang", Kamis (12/9/2024). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung secara serentak pada bulan November 2024 menjadi penentu langkah pembangunan daerah dalam 5 tahun ke depan.

Karakter pemilih yang menjadi salah satu faktor utama dalam pemilu akan sangat berpengaruh terhadap hasil pemungutan suara.

Hal ini diulas dalam BONSAI atau Bincang & Obrolan Santai bersama Pakar oleh Universitas Brawijaya yang mengusung tema “Karakter Pemilih pada Pilkada Kota Malang”, Kamis (12/9/2024).

Sebagai informasi, Kota Malang akan mengadakan kegiatan pemilihan pemimpin daerah, dengan tiga pasangan calon (paslon) yang diusung, yaitu Moh. Anton-Dimyati Ayatullah, Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin, serta Heri Cahyono-Ganis Rumpoko.

Membuka acara, Sekretaris UB Dr. Tri Wahyu Nugroho menyampaikan, bahwa salah satu peran universitas adalah bagaimana menyampaikan hasil riset kepada masyarakat luas.

“Berangkat dari hal tersebut, terkait pilkada yang saat ini sedang hangat dapat menjadi proses demokratisasi yang lebih baik,” tuturnya.

Namun ia menegaskan, bahwa UB akan berkolaborasi kepada siapapun yang akan menjadi kepala daerah.

Ketua Tim Peneliti Perilaku Pemilih di Era Digital, Andhyka Muttaqin S.AP, M.PA mengatakan, bahwa sebagai gerbang, pemilu adalah sebuah starting point.

“Kedua, bagaimana pemimpin mengelola daerahnya, karena pemilu yang baik akan menghasilkan pemimpin yang baik, demikian pula sebaliknya. Hal ini akan berimplikasi kepada pengelolaan daerah,” ujarnya.

Andhyka menambahkan, bahwa dalam konteks Kota Malang, saat ini tidak ada paslon yang dominan. Masing-masing berpeluang untuk menang.

“Dari hasil penelitian, ada 7 karakteristik pemilih di Kota Malang, yang meliputi tradisional vs rasional; peran patronase dan politik uang; segmen pemilih muda ada pengaruh kampus sehingga kampanye konvensional menjadi kurang efektif; pengaruh media; swing voters; isu lokal dan kebijakan,” papar dosen Fakultas Ilmu Administrasi UB ini.

Dalam perspektif politik akademisi, imbuh Andhyka, ketiga calon sama-sama berpeluang.

“Namun masing-masing ada tantangannya, seperti paslon Wahyu dan Ali, bagaimana mengakomodir banyaknya partai pendukung, karena bagaimanapun politik itu adalah siapa mendapatkan apa?,” ungkapnya.

Sementara paslon Moh Anton-Dimyati juga menghadapi keputusan MK yang tetap menjadi isu penetapan bakal calon.

“Di luar analisis, paslon ketiga, ada Heri Cahyono yang berangkat dari independen tapi mau dilamar partai, sementara Ganis adalah kader partai yang sudah sebagai anggota dewan terpilih ternyata rela melepasnya demi menjadi kandidat calon wawali,” urainya.

Andhyka juga menyinggung triple helix dalam penyelenggaraan pemerintah, di mana peran akademisi seharusnya menjadi penyejuk dalam panasnya pilkada.

“Selama ini yang dilupakan adalah edukasi kepada masyarakat, bukan mobilisasi. Jadi kampus akan melihat karakter agar dapat memberi edukasi politik aktif yang sesuai.
Ke depan bukan hanya momen pilkada saja, tapi ada aplikasi digital tentang pendidikan politik kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementara Ketua Bidang Kerjasama BP2M FISIP UB Novy Setia Yunas, S.IP M.IP menjelaskan, bagaimana karakter masyarakat lewat sub kultur yang ada di masyarakat Jawa Timur.

“Pemilu 2024 menjadi penanda perubahan persepsi pemilih maupun pendekatan politik. Pertama adalah perkembangan teknologi IT dengan digitalisasi yang cepat dan dinamis,” ujarnya.

Kedua, lanjut dia, jumlah demografi politik yang didominasi pemilih muda, seperti dirilis KPU bahwa pemilih muda saat ini jumlahnya sudah mencapai 50 %.

“Akan ada perubahan nyata atau disebut political disruption yang mulai bergerak dinamis di Indonesia dalam bentuk seperti pergeseran dalam model kampanye, di mana kini masyarakat lebih senang dengan cara-cara fleksibel,” tukasnya.

Dikatakan Yunas, ini juga didukung pergeseran peran tokoh politik yang mulai digantikan para influencer.

Ia juga menegaskan, bahwa perubahan di level nasional akan berpengaruh pula kepada Jawa Timur sebagai battleground state.

“Khususnya dengan 4 sub kultur yang ada, yakni masyarakat matarama yang biasanya dominan dengan partai nasionalis lewat pendekatan budaya. Lalu ada sub kultur arek yang heterogen dan dapat disebut grey zone,” urainya.

Ditambahkan Yunas, ada pula sub kultur tapal kuda atau pendalungan hampir sama dengan kultur madura yang lebih suka partai yang religius, serta sub kultur madura itu sendiri.

“Keempat sub kultur inilah yang menarik sebagai sumber analisis karakteristik pemilih dalam pilkada 2024,” pungkasnya.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 171 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Gebyar Muharam IPNU-IPPNU Gondanglegi Kulon, Santuni Anak Yatim hingga Bermain Bersama di Sobbo Tirto

29 Juni 2026 - 05:54 WIB

Seminar Hidup Ginjal Muda: Akses Vaskular, Gizi, hingga Kisah Inspiratif Pasien Hemodialisis 24 Tahun

28 Juni 2026 - 22:04 WIB

Seminar Edukasi Komunitas Hidup Ginjal Muda: Tingkatkan Pengetahuan tentang AV-Shunt, Gizi, dan Manajemen Cairan bagi Pasien Gagal Ginjal Kronis

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

DPC PPP Kota Malang Gaspol Siap Jalankan Tugas Elektoral Usai Terima SK dari DPW Jatim

28 Juni 2026 - 11:14 WIB

Rem Mendadak di Lawang Berujung Tabrakan Beruntun, Empat Orang Dilarikan ke RSUD

28 Juni 2026 - 07:45 WIB

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Batu Gelar Kapolres Cup 9 Ball Tournament Berhadiah Rp5 Juta

28 Juni 2026 - 07:39 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !