BACAMALANG.COM – Harga telur ayam di wilayah Malang Raya kembali mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Melimpahnya stok di tingkat peternak yang tidak diimbangi dengan daya beli masyarakat membuat para pedagang harus mencari cara agar tetap bisa bertahan.
Rina, pedagang telur di kawasan Kambingan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, mengaku sudah tiga tahun menjalankan usaha yang merupakan bisnis turun-temurun keluarganya. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, omzet penjualannya ikut menurun seiring anjloknya harga telur di pasaran.
“Alhamdulillah, waktu harga telur mahal kami banyak menabung. Sekarang saat harga murah, tabungan itu dipakai untuk menutup kerugian,” ujar Rina kepada BacaMalang, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, pengelolaan keuangan menjadi kunci utama agar usaha tetap berjalan di tengah fluktuasi harga. Ia memilih tidak ikut terlibat dalam perang harga yang justru dapat merugikan sesama pedagang.
Rina juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan harga telur yang terlalu murah. Sebab, stok yang terlalu lama tersimpan berisiko menurunkan kualitas hingga membuat telur lebih cepat rusak.
Ia berharap kondisi pasar segera membaik dengan turunnya harga pakan ternak sehingga harga telur kembali stabil.
“Semoga harga pakan semakin murah dan harga telur bisa kembali normal,” harapnya.
Sementara itu, pedagang telur di Lawang, Vidiastuti Prima Nirwana, mengatakan anjloknya harga dipicu melimpahnya produksi telur di kandang, sementara daya serap pasar terus melemah. Kondisi tersebut memunculkan banyak pedagang dadakan yang memicu persaingan harga semakin ketat.
Ia mengimbau para pedagang untuk tetap mengedepankan etika dalam berjualan dan tidak saling menjatuhkan, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































