BACAMALANG.COM – Universitas Ma Chung kembali memperkuat kontribusinya Sebagai wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, melalui proyek “Implementasi Sistem Deteksi Dini Bencana Banjir Berbasis Android Programming di Kelurahan Dinoyo, Kota Malang”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang melibatkan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat untuk menghadapi masalah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Aplikasi ini telah diserahkan ke pihak Kelurahan Dinoyo pada Jumat, akhir pekan lalu.
Pimpinan proyek dan dosen Fakultas Teknologi dan Desain Meme Susilowati, S.Kom, MMSI, mengungkapkan, aplikasi ini bertujuan sebagai solusi berbasis teknologi untuk membantu Kelurahan Dinoyo dalam mendeteksi dan mengantisipasi potensi banjir.
“Kami percaya bahwa teknologi dapat memainkan peran penting dalam upaya mitigasi bencana, terutama banjir. Mengingat adanya 18 titik rawan banjir di Kota Malang, khususnya di Kelurahan Dinoyo, sistem deteksi dini ini diharapkan dapat membantu meminimalkan dampak buruk banjir terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi setempat,” ujarnya, Rabu (18/9/2024).
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung ini menambahkan, melalui sistem deteksi dini, pihaknya berharap warga Kelurahan Dinoyo dapat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana banjir dan pemerintah setempat dapat segera melakukan tindakan preventif maupun kuratif dengan lebih efisien.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga memajukan misi Universitas Ma Chung dalam memfasilitasi pengalaman belajar di luar kampus bagi para mahasiswanya, sebagaimana diatur dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Sedikitnya tiga mahasiswa terlibat dalam pelaksanaan proyek ini, mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam penelitian berbasis lapangan yang nyata.
Selain itu, hasil penelitian ini juga dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan universitas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals/SDGs, khususnya dalam aspek penanganan bencana dan kesehatan masyarakat,” terangnya.
Dikatakan Meme, Universitas Ma Chung akan terus mendorong kegiatan penelitian dan pengabdian yang inovatif serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sebagaimana yang tercermin dalam proyek ini.
“Proyek ini tidak hanya sekadar solusi teknologi, tetapi juga selaras dengan salah satu nilai dasar Universitas Ma Chung, yaitu ‘Kewargaan’ atau Citizenship,” ucap Meme.
Sementara Lurah Dinoyo, Edwin Daniel Seputra, S.H., M.MG., M.AP., menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurut dia, banjir memang sudah menjadi masalah tahunan di Kelurahan Dinoyo.
“Jadi dengan adanya sistem deteksi dini berbasis teknologi ini, kami optimistis dapat mengurangi dampak negatif banjir yang seringkali mengganggu kehidupan warga dan aktivitas ekonomi warga. Kami sangat mengapresiasi Universitas Ma Chung yang telah membantu kami dalam mewujudkan solusi nyata ini,” pungkasnya.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor: Aan Imam Marzuki





















































