Wiralagabae, Ubah Limbah Kain Jadi Tas Estetik Ramah Lingkungan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 25 Sep 2024 07:42 WIB ·

Wiralagabae, Ubah Limbah Kain Jadi Tas Estetik Ramah Lingkungan


 Wira Laga Bachtiar (kanan), content creator muda asal Sidoarjo, denga brand Wiralagabae, produk tas premium berbahan daur ulang saat mengikuti program podcast Cerita Joni yang ditayangkan di youtube JNE ID. (ist) Perbesar

Wira Laga Bachtiar (kanan), content creator muda asal Sidoarjo, denga brand Wiralagabae, produk tas premium berbahan daur ulang saat mengikuti program podcast Cerita Joni yang ditayangkan di youtube JNE ID. (ist)

BACAMALANG.COM – Saat ini, bisnis yang mengusung inovasi produk ramah lingkungan makin menjamur di tanah air. Selain bisnis daur ulang alias recycle, namun pengusaha upcycle pun bermunculan. Salah satunya adalah produksi tas estetik dari limbah kain yang dilakukan content creator muda Wira Laga Bachtiar.

Content creator muda asal Sidoarjo yang sangat kreatif, dengan mengusung brand Wiralagabae. Uniknya, brand tersebut menjual produk tas premium dengan bahan daur ulang. Oleh karena itu, Wira berhasil mendapat perhatian pasar fashion Indonesia terutama di industri fashion ramah lingkungan.

”Bahan yang saya pakai termasuk cover kasur dan jeans bekas yang sudah tidak terpakai,” ujarnya dalam dalam program podcast Cerita Joni yang ditayangkan di youtube JNE ID (https://bit.ly/Wiralagabae). Cerita Joni merupakan program podcast yang diproduksi JNE mengenai kisah-kisah inspiratif enterpreneur dan UMKM di Indonesia.

Wira mengisahkan, pada awal proses usahanya dimulai dengan mengumpulkan bahan daur ulang dari pakaian bekasnya sendiri. “Namun kini saya telah menjalin kerjasama dengan beberapa pemasok untuk meningkatkan produksi dan variasi produk,” ungkapnya.

Ia juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya, salah satunya dengan membuat konten menarik yang berhasil mendatangkan banyak pembeli baru.
Meski demikian Wira juga harus menghadapi tantangan besar industri fashion, yaitu cepatnya perputaran tren fashion. “Model yang populer bulan ini bisa jadi sudah berganti bulan depan. Ini mendorong saya untuk terus berinovasi dan menciptakan desain baru,” akunya.

Dikatakan Wira, agar dapat terus bertahan, Wiralagabae fokus pada pembuatan tas yang berkelanjutan dan tahan lama. “Misalnya, desain yang sustain dan long lasting, sehingga produknya bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama,” jelas dia.

Kepopuleran brand Wiralagabae ternyata memunculkan beberapa produk tiruan tasnya yanf dijual dibawah harga jual, jauh di bawah harga jual tas asli Wiralagabae yaitu di kisaran Rp 300 ribu. “Tidak apa-apa, karena saya tidak bisa memaksakan orang membeli tas saya,” ucapnya.

Wira menyebutkan Diana Rikasari, desainer Indonesia yang kini tinggal di Swiss menjadi salah satu idola dan inapirasi dalam berkarya. Melalui interaksi di media sosial, mereka telah menjalin pertemanan dan saling bertukar pikiran, yang dia akui sangat memperkaya kreativitas Wiralagabae.

Dari pengalamannya tersebut,
Wira memberikan tips untuk generasi muda yang ingin membangun brand. “Saya menekankan pentingnya membangun citra diri di era digital untuk mempermudah membangun koneksi. Selain itu, kerjasama dengan jasa pendukung seperti kurir juga penting,” ungkapnya.

Ia mengaku pada awalnya melakukan pengantaran sendiri ke outlet JNE yang lokasinya dekat dari rumahnya. Seiring waktu, jumlah orderan yang masuk semakin banyak, sehingga kini produknya langsung dijemput oleh kurir.

Branch Manager JNE Sidoarjo Adhitya Rizkiwahana menyampaikan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap Wiralagabae sebagai brand lokal dari Sidoarjo. “Kesuksesan Wiralagabae membuktikan industri fashion ramah lingkungan di Indonesia memiliki potensi besar, ” ujarnya.

Bahkan menurut Adhitya, Wiralagabae adalah bisnis yang menguntungkan sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan. “Salah satunya melalui program hemat ongkir, sehingga brand lokal dapat makin dikenal di seluruh negeri. Ini sejalan dengan tagline “Connecting Happiness,” jelasnya.

Adhitya juga menegaskan, JNE terus berinovasi dan beradaptasi terhadap perubahan pasar.
“Ini kami lakukan agar bisa menjadi mitra terpercaya bagi UMKM dalam mencapai kesuksesan serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Pewarta: Nedi Putra AW
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 167 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Permintaan Kambing Dominan, Harga Hewan Kurban di Kabupaten Malang Naik 15 Persen

23 Mei 2026 - 14:44 WIB

Bukan Sekadar Umrah, Jamaah Ungkap Pengalaman Berkesan Bersama Alia Tour

23 Mei 2026 - 12:13 WIB

Umroh Bintang 5 Mulai Rp42,9 Juta! Ibadah Nyaman 12 Hari Bersama Ar-Raihan Travelindo

23 Mei 2026 - 11:00 WIB

Perjalanan Suci dengan Pendampingan Hangat untuk Lansia

23 Mei 2026 - 10:17 WIB

THU Sjava Bikin Menabung Haji & Umroh Lebih Mudah Tanpa Beban Lewat Aplikasi TAJIRO

23 Mei 2026 - 09:25 WIB

Zatabbaru Tour & Travel Tawarkan Umroh Nyaman, Direct Surabaya–Madinah dan DP Mulai Rp5 Juta

23 Mei 2026 - 08:22 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !