Jelang Pensiun, Eks Sekretaris DPRD Kabupaten Malang Harus Mendekam di Lapas - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 16 Apr 2025 19:23 WIB ·

Jelang Pensiun, Eks Sekretaris DPRD Kabupaten Malang Harus Mendekam di Lapas


 Terpidana Rini (rompi merah muda) saat berada di Lapas Perempuan Kelas IIA Sukun Kota Malang. (ist) Perbesar

Terpidana Rini (rompi merah muda) saat berada di Lapas Perempuan Kelas IIA Sukun Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Malang yang saat ini berdinas di Dinas Pemuda dan Olahraga, Rini Pudji Astuti harus rela mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Sukun Kota Malang atas kasus yang melibatkannya beberapa tahun silam.

Rini, yang beberapa bulan lagi tepatnya Agustus memasuki masa pensiun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dalam kasus pengadaan komputer fiktif pada 2008 silam. Saat itu, Rini diketahui merupakan Sekretaris DPRD sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Eksekusi terhadap terpidana Rini dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Rabu (16/4/2025). Rini dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan sekira pukul 13.00 WIB.

“Ini kasus yang lama. Namun memang baru kami eksekusi hari ini setelah perkaranya memiliki kekuatan hukum tetap berdasarkan keputusan dari Mahkamah Agung (MA),” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Deddy Agus Oktavianto.

Deddy pun mengutarakan, kerugian daerah yang ditimbulkan akibat pengadaan komputer fiktif pada saat itu mencapai Rp 271 juta. Rini tidak sendiri dalam melakukan aksinya.

Bahkan pada 2010 lalu, Rini bersama beberapa orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, Rini melakukan banding hingga kasasi yang membuatnya berstatus sebagai tahanan kota.

“Pada saat itu, yang bersangkutan menjadi tahanan kota, bukan tahanan Rutan. Sehingga dia masih bisa menjalankan aktivitasnya,” tutur Deddy.

Sedangkan berdasarkan putusan MA terkait kasasi yang diajukan oleh Rini, MA menguatkan putusan Pengadilan. Menyatakan Rini bersalah dan harus menjalani hukuman selama 4 tahun serta denda Rp 200 juta. Putusan itu berdasarkan Keputusan Kasasi nomor 1876k/pidsus/2012.

Berdasarkan keputusan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap itulah, akhirnya Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang melakukan eksekusi badan terhadap Rini.

Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 985 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

LIRA Ajukan Opsi Fatwa ke MA dan KY, Soroti Kinerja DPRD dan Kejaksaan dalam Gugatan CLS

25 April 2026 - 17:35 WIB

Peresmian Masjid At-Taufiq Warnai Musancab PDI Perjuangan Kabupaten Malang

25 April 2026 - 16:47 WIB

Warga Genengan Pakisaji Gempar, Lansia Ditemukan Tewas Tergeletak di Sawah Belakang SPBU

25 April 2026 - 15:18 WIB

Kota Malang Raih Penghargaan Nasional di Hari Otda, Tegaskan Komitmen Bangun SDM Lewat Pendidikan

25 April 2026 - 12:18 WIB

Yon Parako 472 Pasgat Kenalkan Alutsista ke Siswa SMA Taruna Nusantara di Malang

25 April 2026 - 11:46 WIB

Kloter 14 Diberangkatkan, Bupati Sanusi Tekankan Disiplin dan Jaga Nama Baik Malang di Tanah Suci

25 April 2026 - 10:18 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !