Karnaval Ngantang Ricuh! Sound System Berlebih Picu Protes - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 25 Agu 2025 17:42 WIB ·

Karnaval Ngantang Ricuh! Sound System Berlebih Picu Protes


 Karnaval sound horeg. (ilustrasi) Perbesar

Karnaval sound horeg. (ilustrasi)

BACAMALANG.COM – Karnaval tahunan Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, berubah dari perayaan budaya menjadi ajang kericuhan setelah pelanggaran teknis memicu ketegangan antara panitia, peserta, dan penonton.

Surat izin resmi hanya memperbolehkan enam unit sound system tampil dalam acara. Namun, fakta di lapangan menunjukkan peserta membawa hingga 12 unit, melanggar ketentuan yang telah ditetapkan. Akibatnya, panitia melarang sound system urutan pertama tampil karena belum melakukan koordinasi dengan pihak berwenang.

Keputusan panitia memicu protes keras dari penonton dan penyewa. Meski akhirnya seluruh sound system diperbolehkan tampil, unit pertama tetap dilarang. Situasi memanas hingga aparat dari Polres Batu dan Polsek Ngantang terpaksa mundur dari lokasi karena tekanan massa yang semakin tak terkendali.

Unggahan akun @samrisofficial menunjukkan semangat peserta tetap membara. Meski panggung sempat dibekukan, tekanan penonton membuat musik kembali bergema. “Banjarejo Ngantang tetap menyala meskipun keadaan sedang tidak baik-baik saja,” tulis akun tersebut.

Pengamat karnaval dari akun @ruang.siinggah menyoroti gerakan peserta yang monoton dan dominasi musik DJ. Kostum menjadi satu-satunya pembeda, namun sebagian peserta hanya mengenakan kaos dan celana jeans sobek tanpa tema jelas. Meski begitu, penyewa dan pembuat kostum tetap mendapat apresiasi atas kreativitas mereka.

Kritik juga datang dari akun @harun_harnis yang menyoroti ketidakjelasan administratif antara Kabupaten Malang dan Kota Batu. Meskipun Ngantang berada di bawah Kabupaten Malang, izin acara disebut-sebut berasal dari Kota Batu. Hal ini memunculkan pertanyaan dari warganet seperti @agusmn84, “Apakah Ngantang seharusnya bergabung dengan Kota Batu atau tetap di Kabupaten Malang?”

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 169 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Lippo Plaza Batu Berbagi Berkah Idul Adha 2026: Daging Kurban dan Minyak Goreng Gratis untuk Ojol dan Warga

28 Mei 2026 - 20:29 WIB

DPC PDI Perjuangan Kota Batu Sembelih 5 Ekor Sapi Kurban, Tebar Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

28 Mei 2026 - 18:26 WIB

Fasum Disulap Jadi Lapak PKL di Alun-Alun Kota Batu, Wakil Ketua II DPRD Desak Relokasi dan Penertiban

28 Mei 2026 - 15:33 WIB

Polresta Malang Kota Tebar Kepedulian, Sembelih 13 Sapi dan 27 Kambing untuk Warga di Iduladha 1447 H

28 Mei 2026 - 15:29 WIB

Gerindra Kota Malang Salurkan 3 Ribu Lebih Daging Kurban untuk Kaum Dhuafa

28 Mei 2026 - 13:23 WIB

DPRD Kota Batu Dukung Polisi Usut Dugaan Jual Beli Lapak PKL Alun-Alun, Soroti Legalitas Fasum untuk Usaha

28 Mei 2026 - 11:36 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !