Fraksi PDI Perjuangan: Alun-Alun Kepanjen Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Era Kolonial - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 25 Mei 2026 07:40 WIB ·

Fraksi PDI Perjuangan: Alun-Alun Kepanjen Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Era Kolonial


 Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir. (ist) Perbesar

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir. (ist)

BACAMALANG.COM – Rencana pembangunan Alun-Alun Kepanjen di kawasan Stadion Kanjuruhan akan menjadi sebuah gebrakan baru yang menanggalkan pola lama warisan era kolonial.

Selama ini, mayoritas Alun-Alun selalu identik dekat dengan bangunan pendopo maupun kantor pemerintahan. Hal ini disebut-sebut merupakan konsep warisan zaman kolonial.

“Tidak ada aturan hukum yang menyebut Alun-Alun harus berada di depan pendopo atau kantor pemerintahan. Bahkan pola Alun-Alun di depan kantor penguasa itu merupakan warisan tata kota kolonial. Konsep lama yang memang dirancang agar rakyat berkumpul menghadap pusat kekuasaan,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, Senin (25/5/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Adeng ini, rencana pembangunan Alun-Alun Kepanjen di kawasan Stadion Kanjuruhan menandakan bahwa pemerintahan Bupati HM Sanusi berani keluar dari pola pikir lama.

“Hari ini kita harus berani keluar dari pola pikir warisan penjajah. Kabupaten Malang membutuhkan konsep Alun-Alun yang membumi kepada rakyat, bukan sekadar melestarikan simbol tata kota kolonial,” tuturnya.

Dikatakannya, Alun-Alun Kepanjen nantinya harus diposisikan sebagai ruang publik strategis yang menjawab kebutuhan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga rekayasa lalu lintas masyarakat modern. Bukan sekedar taman seremonial belaka.

“Jadi Alun-Alun bukan hanya tempat orang duduk melihat burung merpati lalu pulang. Tetapi menjadi instrumen tata kota. Kota modern memang dibangun dengan logika efisiensi, efektivitas, dan manfaat jangka panjang,” ucap Adeng, yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang itu.

Lebih lanjut, Fraksi PDI Perjuangan berpandangan, lokasi Alun-Alun Kepanjen yang nantinya berada di sisi Selatan Stadion Kanjuruhan justru lebih visioner dan strategis.

“Ketika pertandingan Arema digelar, kawasan itu selama ini mengalami penumpukan massa dan kemacetan luar biasa. Kehadiran Alun-Alun di titik tersebut dapat menjadi ruang distribusi keramaian, mengurai konsentrasi massa Aremania, sekaligus membuka akses keluar masuk stadion dari berbagai arah,” ungkapnya.

Adeng pun melihat perihal akses Alun-Alun Kepanjen yang lebih memudahkan dijangkau masyarakat bila ditempatkan di kawasan Stadion Kanjuruhan, dibandingkan di kawasan Pendopo Kepanjen.

Kalau lahannya lebih luas, aksesnya lebih terbuka, dan dampaknya lebih besar bagi masyarakat, kenapa harus dipaksa berpikir bahwa Alun-Alun wajib berada di depan kantor Bupati?,” jelas pria yang juga anggota Komisi III itu.

Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan mendorong agar Alun-Alun Kepanjen dibangun dengan konsep modern, terukur, megah, dan punya manfaat nyata.

“Bukan hanya ramah UMKM, tetapi juga menjadi pusat smart center rakyat. Bayangkan ada wifi gratis super cepat, ruang belajar terbuka, taman edukasi digital, area diskusi pelajar, hingga ruang kreatif anak muda. Jadi masyarakat bisa belajar di tengah ruang hijau, bukan hanya datang untuk berfoto lalu pulang,” beber Adeng.

Terakhir, Adeng bilang, kawasan Stadion Kanjuruhan dan Alun-Alun Kepanjen nantinya akan jadi satu kesatuan yang saling melengkapi.

“Kalau stadion adalah jantung sportivitas, maka Alun-Alun harus menjadi paru-paru intelektual rakyat Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Motor Mahasiswa UB Digasak Maling di Lowokwaru, Aksi Dua Pelaku Terekam CCTV

25 Mei 2026 - 08:27 WIB

Viral “Pocong Begal” Dipastikan Hoaks, Polres Batu Imbau Warga Tetap Tenang

24 Mei 2026 - 19:39 WIB

Polresta Malang Kota Pastikan Isu “Pocong Begal” Hoaks, Pelaku Penyebar Kepanikan Akan Ditindak Tegas

24 Mei 2026 - 17:02 WIB

DPC PDI Perjuangan Kota Batu Lantik PAC Tiga Kecamatan, Libatkan Gen Z dan Bidik Kemenangan Total di Pemilu 2029

24 Mei 2026 - 16:42 WIB

Pencurian Kabel Trafo Padamkan Listrik di Donomulyo, PLN Percepat Perbaikan dan Perketat Pengamanan

24 Mei 2026 - 05:28 WIB

NPCI Kabupaten Malang Matangkan Program Kerja dan Struktur Organisasi 2026-2031

23 Mei 2026 - 19:08 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !