BACAMALANG.COM – Geliat catur usia dini di Kabupaten Malang makin terasa. Di balik itu ada Insan Peduli Catur (IPC), komunitas swadaya yang konsisten membina pecatur cilik U-7 hingga U-15. Tanpa dana hibah pemerintah, IPC rutin menggelar turnamen kelompok umur dan pembinaan mandiri.
Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah pecatur muda binaan IPC unjuk gigi dengan prestasi menjanjikan. Mereka antara lain Clretta Meisie Santiano U-9 asal Kepanjen, Adibah Rafailah Marsah U-11 asal Bululawang, Nuski asal Bululawang, Mochammad Fadlil Abrori Salim U-11 asal Kepanjen, Muhammad Abyan Dliya’ussalam asal Bululawang, M. Iqbal Lazuardi asal Poncokusumo, Ilba asal Bululawang, serta Wildan Bagus Rahmanda dari Singosari sebagai maskot catur Kabupaten Malang.
Kiprah IPC makin kuat dengan dukungan tokoh masyarakat, praktisi hukum Agus Subyantoro, S.H. Agus menegaskan sinergi jadi kunci agar potensi anak tidak terhambat persoalan organisasi.
“Harapan kami, segera ada koordinasi dan komunikasi yang baik antara Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI), sebagai induk organisasi catur dengan IPC sebagai wadah insan peduli catur. Jika ini bisa terlaksana, bukan hal yang mustahil Kabupaten Malang melahirkan atlet tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Agus Subyantoro, kepada bacamalang, Kamis (11/6/2026).
Salah satu contoh kesuksesan adalah dalam turnamen IPC di MI IMAMI Kepanjen, Minggu (31/5/2026) lalu. Agus hadir bersama Ketua IPC Jupri. Kolaborasi ini jadi bukti bahwa pembinaan catur di Malang Raya tetap jalan meski ada kendala struktural. Semangat orang tua dan kepedulian tokoh jadi bahan bakar IPC untuk terus mencetak bibit unggul.
Sepanjang 2026, IPC sudah menggelar sejumlah kompetisi pelajar. Dua yang paling ramai adalah Student Chess Competition IPC 2026 dan seri Intern Chess Series. Antusiasme peserta jadi sinyal bahwa olahraga otak ini punya masa depan cerah di Bumi Kanjuruhan.
Kini bola ada di tangan Pemerintah Kabupaten Malang, KONI, dan Dispora. IPC berharap ada ruang komunikasi dan dukungan fasilitas. Dengan perhatian serius, jalan lahirnya Grandmaster baru dari Kabupaten Malang semakin terbuka.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































