BACAMALANG.COM – Lembaga Sahabat Mikutopia menggelar tasyakuran sekaligus peresmian kantor barunya di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus ajang mempererat silaturahmi dengan berbagai pihak yang selama ini mendukung pengembangan wisata edukasi berbasis jamur di kawasan tersebut.
Sahabat Mikutopia yang berada di bawah naungan CV. Arsufa Multi Karya merupakan lembaga yang bergerak di bidang edukasi dan kegiatan luar ruangan dengan visi membangun generasi berkarakter. Kehadiran kantor baru ini diharapkan semakin memperkuat program pemberdayaan masyarakat serta pengembangan wisata edukasi di Desa Tulungrejo.
Direktur CV. Arsufa Multi Karya, Achmad Arthur Julio Tampi, mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan wisata edukasi Mikutopia untuk meningkatkan nilai tambah komoditas jamur sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Kami berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas jamur melalui wisata edukasi. Selain itu, kami juga membuka peluang kerja dan menghadirkan berbagai program pembelajaran yang bermanfaat bagi wisatawan,” ujarnya kepada awak media.
Arthur menjelaskan, keterlibatan pihaknya telah dimulai sejak awal pembangunan kawasan wisata Mikutopia. Mereka turut menjembatani komunikasi dengan masyarakat agar keberadaan destinasi wisata tersebut dapat diterima dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Kami ingin Mikutopia tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Menurutnya, hubungan yang baik dengan warga RW 17 Dusun Gerdu telah dibangun sejak awal. Hal itu dilakukan agar keberadaan wisata Mikutopia dapat diterima oleh masyarakat luas dan memberikan dampak positif bagi Kota Batu.
Selain wisata edukasi, kerja sama yang dijalankan juga mencakup program budidaya jamur, pengolahan hasil panen, kegiatan luar ruangan, hingga permainan edukatif. Saat ini, Mikutopia tengah menyiapkan program cooking class sebagai paket pembelajaran terpadu.
“Peserta akan belajar mulai dari proses menanam, memanen, mengolah, hingga menyajikan jamur menjadi makanan. Program ini terbuka untuk anak-anak TK, SD, SMP hingga orang dewasa dan ibu rumah tangga,” jelas Arthur.
Pemberdayaan Warga Jadi Prioritas
Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fokus utama pengembangan Mikutopia. Saat ini, sedikitnya 12 warga sekitar telah bekerja di kawasan wisata tersebut.
“Ke depan kami menargetkan penambahan sekitar 15 hingga 20 tenaga kerja lagi, terutama dari Desa Tulungrejo dan wilayah sekitarnya,” ungkap Arthur.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, menyambut baik sinergi yang telah terjalin. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah desa, BUMDes, maupun kelompok masyarakat. Harapannya, kerja sama ini terus berkembang dan memberikan manfaat bersama,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, mengapresiasi langkah yang dilakukan Sahabat Mikutopia dan CV. Arsufa Multi Karya. Ia menilai pengembangan wisata edukasi jamur mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan desa.
“Jamur tidak lagi hanya dijual sebagai hasil panen, tetapi juga dikembangkan menjadi sarana wisata edukasi yang bernilai tambah. Pemerintah Desa Tulungrejo akan terus mendukung promosi dan kerja sama ini agar membuka peluang usaha baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































