Tumbuhkan Kreativitas Sejak Dini, Guru KB di Kepanjen Ajarkan Kokurikuler Lewat Proyek Nyata - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 12 Jun 2026 05:55 WIB ·

Tumbuhkan Kreativitas Sejak Dini, Guru KB di Kepanjen Ajarkan Kokurikuler Lewat Proyek Nyata


 Salah satu kegiatan kokurikuler melibatkan siswa KB. (Nurul for bacamalang) Perbesar

Salah satu kegiatan kokurikuler melibatkan siswa KB. (Nurul for bacamalang)

BACAMALANG.COM – Upaya menanamkan karakter dan kreativitas perlu dilakukan sejak anak berada di bangku Kelompok Bermain (KB). Sejalan dengan penerapan konsep deep learning dalam Kurikulum Merdeka, kegiatan kokurikuler kini menjadi pengganti Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Melalui kegiatan ini, anak didorong untuk belajar secara langsung melalui pengalaman nyata. Mereka tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, serta menyelesaikan berbagai permasalahan sederhana. Model pembelajaran tersebut dinilai mampu mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak, mulai dari kognitif hingga sosial emosional.

Di KB Anggrek Kepanjen, program kokurikuler telah diwujudkan melalui berbagai proyek kreatif yang dirancang oleh Kepala Sekolah Nurul bersama para guru. Pada tahun ajaran ini, sekolah telah melaksanakan lima kegiatan, yakni menanam dan merawat tanaman, membuat abon ikan, membuat alat transportasi dari kardus, membuat jus buah dan jamu, serta membuat minuman dari bunga telang.

Pemilihan tema kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan dan minat anak. Para siswa juga dilibatkan secara langsung sejak tahap perencanaan hingga menghasilkan produk akhir. Setiap proyek dilaksanakan selama satu hingga dua minggu dengan sistem blok.

Menurut Nurul, metode pembelajaran melalui kokurikuler lebih menyenangkan dibandingkan pembelajaran konvensional karena anak terlibat aktif dalam setiap proses sehingga kreativitas mereka dapat berkembang lebih optimal.

> “Kami ingin menumbuhkan karakter dan kreativitas anak sejak dini melalui kegiatan kokurikuler yang menjadi pengganti Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), seiring penerapan konsep deep learning dalam Kurikulum Merdeka,” ujar Nurul kepada Bacamalang, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, tantangan yang kerap dihadapi guru saat mendampingi kegiatan adalah membiasakan anak untuk antre dan tertib. Antusiasme yang tinggi membuat mereka ingin mencoba terlebih dahulu. Meski demikian, dampak positifnya terlihat jelas, mulai dari meningkatnya rasa ingin tahu, kreativitas yang semakin terasah, hingga kemampuan bekerja sama yang lebih baik.

Salah satu kegiatan yang paling berkesan bagi siswa adalah proses menanam tanaman, mulai dari menabur benih, merawat, hingga melihat tanaman tumbuh dan berbuah. Pengalaman tersebut juga mendorong anak untuk melanjutkan kebiasaan merawat tanaman di rumah.

Kegiatan kokurikuler juga terbukti mampu mengakomodasi siswa yang kurang tertarik pada pembelajaran di dalam kelas. Melalui praktik langsung, mereka lebih leluasa mengekspresikan kemampuan dan mengeksplorasi berbagai hal baru.

Berbagai aspek perkembangan anak turut terasah melalui kegiatan ini. Dari sisi nilai agama, anak diajarkan bahwa tanaman merupakan ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan disayangi. Aspek fisik motorik berkembang melalui koordinasi tangan dan mata saat menanam benih. Kemampuan kognitif diasah dengan mengenal bagian-bagian tanaman, sedangkan aspek seni dan bahasa berkembang saat anak menceritakan proses menanam serta menghias pot dari botol bekas. Sementara itu, aspek sosial dibangun melalui kegiatan kerja sama dalam kelompok.

Penilaian dilakukan selama proses kegiatan berlangsung. Guru mengamati setiap tahapan yang dilakukan anak untuk menilai perkembangan mereka secara objektif. Fokus penilaian tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada keterlibatan dan proses yang dijalani siswa.

Dalam pelaksanaannya, sekolah juga melibatkan orang tua, terutama dalam penyediaan media belajar seperti tanah dan botol bekas. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menunjang keberhasilan program. Hingga saat ini, tidak terdapat kendala berarti terkait perizinan maupun biaya karena seluruh kegiatan dirancang dengan konsep sederhana dan berbiaya rendah.

Ke depan, pihak sekolah berharap petunjuk teknis pelaksanaan kokurikuler dapat semakin disempurnakan. Dalam satu hingga dua tahun mendatang, KB Anggrek Kepanjen menargetkan hadirnya kegiatan-kegiatan yang lebih menarik, kreatif, dan bermanfaat bagi perkembangan anak.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Satresnarkoba Polres Batu Gencarkan Edukasi Anti Narkoba di Sekolah Dasar, Siswa Diajak Kenali Bahaya Sejak Dini

12 Juni 2026 - 06:08 WIB

Diduga Bangun Rooftop Tanpa PBG, Karyawan Bank Digugat Tetangga Rp30 Juta ke PN Malang

11 Juni 2026 - 21:42 WIB

Kholiq Kembali Pimpin PKB Kabupaten Malang, Bidik Kursi Bupati dan 14 Kursi DPRD pada 2029

11 Juni 2026 - 20:27 WIB

LSM LIRA Jatim Kawal Sidang Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM, Putusan Sela Eksepsi Dijadwalkan Pekan Depan

11 Juni 2026 - 20:19 WIB

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kardus di Gondanglegi, Polisi Intensif Buru Pelaku

11 Juni 2026 - 20:13 WIB

32 SPPG di Kabupaten Malang Kena Suspend, Fraksi PDI Perjuangan Desak Sekda Jelaskan Lolosnya Izin

11 Juni 2026 - 18:33 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !