MPLS Ramah di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Tanamkan Budaya Anti-Bullying, 681 Siswa Baru Siap Belajar Nyaman - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 11 Jul 2026 13:52 WIB ·

MPLS Ramah di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Tanamkan Budaya Anti-Bullying, 681 Siswa Baru Siap Belajar Nyaman


 SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar MPLS. (ist) Perbesar

SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar MPLS. (ist)

BACAMALANG.COM – SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah. Program yang dimulai pada Sabtu (11/7/2026) ini dirancang untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari perundungan maupun budaya senioritas.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Moch. Arief Luqman Hakim, M.Pd., mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pendekatan ramah terhadap peserta didik baru.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan disusun agar mampu memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan sekaligus membangun motivasi belajar siswa.

“Kami ingin MPLS menjadi kegiatan yang berkesan, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan semangat belajar. Siswa harus yakin bahwa memilih melanjutkan pendidikan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen merupakan pilihan yang tepat,” ujarnya.

Arief menjelaskan, konsep sekolah ramah tidak hanya diterapkan melalui materi pembekalan di kelas, tetapi juga diwujudkan dalam budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun yang menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah.

Ia menegaskan, pihak sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk perundungan. Guru maupun kakak kelas yang dilibatkan dalam MPLS telah diberikan arahan untuk menjadi pendamping sekaligus teladan bagi peserta didik baru.

“Tidak boleh ada lagi tindakan bullying maupun budaya senioritas. Kakak kelas harus menjadi pembimbing yang memberikan contoh baik serta menyayangi adik kelas,” tegasnya.

Menurut Arief, indikator keberhasilan MPLS bukan hanya kelancaran pelaksanaan kegiatan, tetapi juga tumbuhnya rasa aman, nyaman, dan bahagia saat siswa datang ke sekolah.

“Kalau siswa berangkat ke sekolah dengan semangat, bahagia, dan merasa aman, berarti MPLS ini berhasil. Sebaliknya, apabila mereka datang dengan rasa takut atau tertekan, berarti kami belum berhasil,” katanya.

Di sisi lain, Arief mengungkapkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen terus meningkat. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah menerima sekitar 681 peserta didik baru.

Salah satu program keahlian yang paling diminati adalah Teknik Alat Berat, bahkan kuotanya telah terpenuhi sebanyak lima rombongan belajar.

“Kami tidak menambah kuota karena ingin menjaga kualitas layanan pembelajaran, terutama fasilitas praktik di bengkel. Kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia MPLS, Fikri Mujahidin, mengatakan kegiatan berlangsung selama lima hari sesuai pedoman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Hari pertama diawali dengan apel pembukaan, pengenalan lingkungan sekolah, serta penyampaian tata tertib. Selanjutnya peserta mengikuti berbagai materi pembinaan setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB yang ditutup dengan salat berjamaah.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah edukasi penggunaan media sosial secara bijak sebagai langkah mencegah perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.

«”Perundungan di media sosial memiliki dampak besar terhadap kondisi psikologis anak. Karena itu kami ingin sejak awal siswa memahami pentingnya menghargai orang lain dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab,” ujar Fikri.»

Selain pembekalan materi, guru juga akan mendampingi proses adaptasi siswa baru secara bertahap agar mampu menyesuaikan diri dengan budaya belajar di jenjang SMK.

Saat ini SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen memiliki delapan program keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Komputer dan Jaringan, Desain Komunikasi Visual, Kimia Industri, Teknik Sepeda Motor, Teknik Alat Berat, Teknik Pemesinan, serta Teknik Otomasi Industri.

Meningkatnya jumlah peserta didik baru menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang terus dikembangkan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Polres Batu Kerahkan 118 Personel Amankan Karnaval Mojorejo, Peredaran Miras dan Narkoba Jadi Fokus Pengawasan

11 Juli 2026 - 14:05 WIB

Saji Pramono Resmi Jadi Kasun Kajang, Siap Wujudkan Dusun Mandiri Berbasis Pemberdayaan

11 Juli 2026 - 06:49 WIB

Jumat Berkah, AKBP Dr. Aris Purwanto Berikan Santunan Anak Yatim Bergilir di Tiap Polsek

10 Juli 2026 - 18:21 WIB

Polresta Malang Kota Klarifikasi Penyitaan Mobil Ayla, Kasatreskrim: Seluruh Proses Sesuai Ketentuan Hukum

10 Juli 2026 - 17:33 WIB

Departemen Statistika FSTeM UB Jalin Kolaborasi dengan BAPPELITBANGDA Kota Batu Kembangkan Sistem Layanan Digital SEPAK TERJANG

10 Juli 2026 - 12:55 WIB

Dukung Gerakan Aksi Indonesia ASRI, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Minta Satpol PP dan Satlinmas Kota Malang Jadi Teladan Jaga Kebersihan dan Ketertiban Lingkungan

10 Juli 2026 - 11:36 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !