Oleh: Syaifudin Zuhri, S.Pd
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Ananda Ayu Anjani, calon mahasiswa baru Universitas Negeri Malang (UM), yang berhasil meraih gelar Miss Hijab Persahabatan Jawa Timur 2026. Dalam ajang tingkat provinsi tersebut, Ananda membawa nama Kota dan Kabupaten Malang sebagai bentuk dedikasi untuk daerah yang telah menjadi bagian dari perjalanan dan proses bertumbuhnya.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membawa harapan agar semakin banyak perempuan muda berani mengembangkan potensi, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam ajang ini, Ananda turut memperkenalkan gagasan Sisterlillah, sebuah gerakan pemberdayaan perempuan yang berfokus pada pengembangan potensi, pendidikan, serta ruang aman bagi muslimah untuk bertumbuh dan saling menguatkan.
Menurut Ananda, gelar yang diraih merupakan amanah untuk terus menebarkan inspirasi kepada perempuan Indonesia. “Hijab bukanlah penghalang bagi seorang muslimah untuk meraih prestasi. Justru hijab menjadi pengingat agar setiap langkah yang kita ambil membawa manfaat. Saya percaya setiap perempuan memiliki hak yang sama untuk bermimpi, belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi luar biasa yang Allah titipkan. Prestasi bukan tentang siapa yang paling sempurna, tetapi siapa yang berani mencoba, terus bertumbuh, dan memberikan manfaat bagi sesama,” ungkapnya.
Ananda juga menyampaikan rasa syukur atas doa dan dukungan yang tidak pernah putus dari kedua orang tua, keluarga besar, sahabat, serta seluruh pihak yang terus memberikan semangat selama proses persiapan hingga malam grand final.
“Saya sangat bersyukur karena perjalanan ini tidak saya lalui sendiri. Dukungan, doa, dan kepercayaan dari keluarga menjadi kekuatan terbesar saya untuk terus melangkah dan memberikan yang terbaik. Gelar ini saya persembahkan untuk keluarga serta masyarakat Kota dan Kabupaten Malang yang selalu memberikan semangat dan motivasi,” tuturnya.
Ke depan, Ananda berkomitmen untuk terus mengembangkan gerakan Sisterlillah melalui berbagai program sosial dan edukasi. Ia berharap kehadirannya dapat menjadi bukti bahwa perempuan, khususnya muslimah, mampu menjadi pribadi yang berprestasi, berdaya, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
*) Penulis: Syaifudin Zuhri, S.Pd, aktivis pemuda, pengamat kebijakan publik, Pengurus Alumni (PA) GMNI Malang Selatan, serta pendiri (Founder) dari Ayaskara Foundation.





















































