BEM Nusantara Jatim Bongkar Isu Teror Air Keras, Desak Pengungkapan Dalang di Balik Serangan Andri Yunus - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 27 Mar 2026 14:06 WIB ·

BEM Nusantara Jatim Bongkar Isu Teror Air Keras, Desak Pengungkapan Dalang di Balik Serangan Andri Yunus


 Usman Hamid (Aktivis HAM, advokat, dan direktur eksekutif Amnesty Internasional Indonesia). (BEM Nusantara for Baca Malang) Perbesar

Usman Hamid (Aktivis HAM, advokat, dan direktur eksekutif Amnesty Internasional Indonesia). (BEM Nusantara for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur terus mendorong pengungkapan aktor intelektual di balik kasus teror air keras melalui kegiatan reuni, doa bersama, serta Diskusi Online Nasional.

Mengusung tema “Dari UU TNI ke Teror Air Keras: Menguak Dalang dan Jaringan Kekuasaan di Balik Serangan terhadap Andri Yunus,” kegiatan ini diikuti sekitar 253 peserta dari berbagai daerah di Indonesia melalui platform Zoom Meeting. Diskusi berlangsung mulai pukul 19.45 WIB hingga 22.15 WIB.

Perwakilan panitia, Vernando (Mando), menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi nasional mahasiswa. Menurutnya, di tengah suasana hari raya, mahasiswa tetap menghadirkan ruang diskusi untuk bertukar gagasan bersama tokoh nasional dan aktivis ’98.

Koordinator BEM Nusantara Jawa Timur, Deni Oktaviano Pratama, mengapresiasi kehadiran para narasumber yang telah berbagi pemikiran kritis dan motivasi. Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap berpijak pada kepentingan rakyat tanpa muatan pragmatis.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Sekretaris Jenderal Federasi KontraS, Andy Irfan, menekankan pentingnya mengungkap aktor intelektual di balik kasus tersebut, tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan. Ia menegaskan bahwa proses hukum harus dilakukan secara menyeluruh oleh aparat berwenang.

Pengamat sosial-politik Ubedillah Badrun menyoroti perlunya dua langkah strategis, yakni proses melalui peradilan sipil serta pembentukan tim pencari fakta gabungan untuk mengungkap kebenaran secara utuh.

Dari perspektif hukum dan kemanusiaan, Prof. Dr. Hj. Hesti Armiwulan, S.H., M.Hum menyatakan bahwa kasus ini merupakan tragedi kemanusiaan yang dalam KUHP Baru dapat dikategorikan sebagai penganiayaan berat.

Sementara itu, perwakilan Amnesty Internasional, Usman Hamid, menegaskan bahwa akuntabilitas tidak cukup hanya melalui pernyataan formal. Ia menilai, pengungkapan kebenaran harus dilakukan secara transparan melalui proses hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur LBH Surabaya, Habibus Solihin, juga menyoroti pentingnya konsistensi penegakan hukum guna menjaga kepercayaan publik, terutama dalam menangani kasus-kasus yang menjadi perhatian luas masyarakat.

Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Salah satu peserta menyinggung ruang aksi demonstrasi, yang ditanggapi para narasumber sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran demokrasi mahasiswa.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pernyataan moderator yang menegaskan harapan besar terhadap peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Ia berharap diskusi ini menjadi bekal untuk memperkuat gerakan yang lebih terarah, sehingga suara mahasiswa dapat didengar dan tidak diabaikan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Refleksi GMNI 72 Tahun: Kader Serukan Berhenti Terjebak Dualisme dan Kembali pada Jalan Perjuangan Bung Karno

24 Maret 2026 - 17:26 WIB

Mudik, Halal Bi Halal, dan Ziarah Kubur: Tradisi Khas Indonesia Warisan Sejarah dan Budaya Penggerak Perekonomian Rakyat

23 Maret 2026 - 06:06 WIB

Silaturahmi Lebaran: Tradisi Jawa agar Tidak “Kepaten Obor” dan Mendoakan Leluhur

22 Maret 2026 - 15:26 WIB

1.611 Warga Binaan Lapas Kelas I Malang Terima Remisi Idul Fitri 1447 H, 7 Orang Langsung Bebas

21 Maret 2026 - 10:32 WIB

Mudik Bukan Sekadar Pulang, UMM Tekankan Retret Spiritual dan Kultural di Idul Fitri 1447 H

20 Maret 2026 - 14:11 WIB

Remisi Nyepi 2026, 3 Warga Binaan Lapas Kelas I Malang Dapat Pengurangan Masa Hukuman

20 Maret 2026 - 04:03 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !