BACAMALANG.COM – Konstelasi dan kontestasi pemilihan bupati (pilbup) Malang 2024 dinilai adem ayem karena hanya menyodorkan bakal calon yang itu-itu saja.
Padahal keberadaan pesta demokrasi tersebut amat penting, karena akan turut mewarnai wajah Kabupaten Malang 5 tahun ke depan.
Selain itu jutaan warga Bumi Ken Arok ini, juga mendambakan terwujudkannya penurunan kemiskinan, sera terciptanya masyarakat yang makmur-sejahtera.
Terkait hal tersebut, kemunculan figur bakal calon Bupati alternatif dinilai perlu untuk turut mewarnai perhelatan prestisius di wilayah terluas kedua Indonesia setelah Banyuwangi ini.
Salah satu yang dinilai bisa menjadi calon alternatif adalah sosok Wakil Ketua PC NU Kabupaten Malang dr Umar Usman MM.
*Daya Dukung dan Posisi Tawar*
Posisi Tawar, dr Umar cukup diperhitungkan karena Partai Golkar telah memberikan surat tugas berkompetisi memperebutkan kursi kepala daerah, dibarengi Golkar dengan menggelar survei terlebih dahulu di masing-masing wilayah.
“Doakan saya bisa maju dalam kontestasi memberikan sumbangsih meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan Warga Kabupaten Malang,,” tegasnya kepada BacaMalang, Senin (22/7/2024).
Setelah mendapat surat tugas maka tugas dari bakal calon mengenalkan Golkar dan dirinya kepada masyarakat, juga berkewajiban memenangkan Golkar pada pilkada.
Pria alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini menilai Golkar punya segalanya sebagai kendaraan politik yang strategis guna mengarungi Pilkada 2024. Kekuatan pemberangkatan Golkar memperoleh banyak kursi legislatif itu, lebih dari cukup.
Sebagai Mantan Ketua PCNU Kabupaten Malang, dan kini masih menjabat Wakil Ketua PC NU Kabupaten Malang, ia menyakini latar belakang tersebut bisa menjadi modal baik.
Walaupun tidak boleh melibatkan NU sebagai lembaga tapi jamaah sebagai warga negara punya hak politik yang sama.
Terkait basis mayoritas yang bisa menjadi tumpuan dirinya mendulang suara, Umar berupaya melakukan pemetaan strategis.
Dirinya memberikan arah secara sektoral dan teritorial di mana dalam hal non pilkada, semua sektor harus dirangkul. Dari teritorial, wilayah desa, kecamatan tidak boleh lepas.
Sementara itu, faktor penunjang kontestasi adalah dr Umar juga menduduki posisi ketiga dengan perolehan 11.4% suara dalam polling Bacabup pembaca Times Indonesia.
dr Umar bukan figur baru di Kabupaten Malang karena kiprahnya selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Yakni mempunyai profesi di bidang kesehatan tentunya gerak dan langkahnya sangat melekat dengan masyarakat, sampai-sampai muncul julukan dokter rakyat.
Terlebih dalam masa pandemi lalu, peran tenaga kesehatan seperti dokter dibutuhkan dalam mengatasi wabah tersebut.
Di tengah kesibukannya sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang dan Direktur RSUD Kota Malang saat itu, ia membentuk Gugas (Gugus Tugas) yang juga diprakarsai PCNU Kabupaten Malang yang efektif membantu masyarakat secara khusus dalam mensosialisasikan pencegahan penyebaran virus Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang, agar masyarakat lebih waspada.
Gugus tugas ini juga memiliki fungsi membantu masyarakat yang terkena dampak tidak langsung dari pandemi ini. Seperti dampak sosial dan ekonomi yang hampir melanda seluruh tanah air.
Pria berjuluk Dokter Rakyat ini juga aktif memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat yang kurang mampu agar tetap sehat.
Secara ringkas, modal sosial yang dimiliki dr Umar selama ini tidak diragukan, khususnya komitmen dalam mengabdi kepada masyarakat di Kabupaten Malang.
Jika menengok ke belakang, dr Umar Usman, saat akan maju di Pilkada Kabupaten Malang 2020 dalam polling yang dilakukan Litbang TIMES Indonesia, mengungguli dua politisi dari PKB, yakni Ali Ahmad atau Gus Ali dan HM Sanusi, Plt Bupati Malang.
dr Umar Usman mendapat 6.86 persen, mengungguli Ali Ahmad atau Gus Ali, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang saat itu (2,04 persen), sementara Plt Bupati Kabupaten Malang, HM Sanusi,1,1 persen.
Pada Pilbup 2020 yang lalu, dr Umar juga mendapatkan kepercayaan dimana sempat mendapatkan surat tugas dari DPP PKB tanggal 25 Juni 2020 Nomor: 312 DESK-PILKADA/PKB/VI/2020.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































