BACAMALANG.COM – Jutaan warga Kabupaten Malang mengamati dengan keheranan mengapa, meskipun jadwal Pemilihan Bupati (Pilbup) semakin dekat, konstelasi politik terasa begitu tenang. BacaMalang melakukan wawancara terbatas dengan narasumber untuk menggali alasan di balik pasifnya partai politik dalam meluncurkan bakal calon Bupati dan potensi terjadinya bumbung kosong.
Selektivitas Partai Politik
Koordinator Komunitas Arek Lawang (ARELA), Bastian Nova Pratama, berpendapat bahwa masyarakat Kabupaten Malang sebaiknya lebih selektif dalam mencari sosok figur yang memiliki karakter kuat untuk menyaingi dominasi petahana. Ia juga menyoroti penerapan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mendukung Presiden terpilih Prabowo, yang menurutnya kurang menguntungkan. Money politik dan politik kotor dapat merusak integritas pemilihan.
Lambannya Peluncuran Paslon
Yudha, perajin Resin Art Turen, menyatakan bahwa strategi dari masing-masing pasangan calon (Paslon) berbeda. Beberapa Paslon mungkin masih dalam tahap gerilya karena menghadapi petahana yang sulit dilawan dengan strategi biasa. Terkait penerapan koalisi pilpres di tingkat daerah, Yudha menegaskan bahwa kompetisi memerlukan kesiapan untuk menang dan kalah.
Calon Independen dan Potensi Bumbung Kosong
Yudha berharap ada calon bupati yang murni mengemban amanah rakyat, meskipun tidak melalui jalur partai yang penuh intrik. Menurutnya, bumbung kosong tidak mungkin terjadi, karena petahana juga khawatir dengan kinerja mereka yang dinilai negatif oleh warga.
Tokoh Pemuda Kecamatan Turen, Sugeng, menjelaskan bahwa partai politik mungkin menunggu situasi berkembang untuk menentukan calon. Selektivitas partai terkait elektabilitas dan pembiayaan. Sugeng menyebut beberapa alasan lambannya peluncuran paslon, termasuk pragmatisme, minimnya semangat perjuangan, dan pertimbangan kematangan keputusan.
Potensi Bumbung Kosong
Sugeng mengakui bahwa potensi bumbung kosong sangat mungkin terjadi. Petahana memiliki modal sosial sebelum pemilihan karena pengalaman sebelumnya. Warga harus memantau perkembangan situasi dengan cermat.
Pewarta/Editor: Hadi Triswanto




















































