BACAMALANG.COM – Berempati pada korban Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, S.I.K., melakukan berbagai kegiatan mulai sambangi korban hingga memerintahkan gelar Yasinan selama 40 hari.
Kunjungan di ruang IGD RSUD Kanjuruhan, Kapolres didampingi Kapolsek Kepanjen Kompol Sri Widyaningsih beserta rombongan pejabat utama Polres Malang bertatap muka serta bertanya kabar kondisi pasien terkini yang tengah menjalani perawatan.
Ia membesuk pasien yang masih dalam perawatan pasca operasi maupun yang mengalami trauma psikis. Diketahui di RSUD Kanjuruhan ada 4 pasien yang masih dalam perawatan pasca kejadian tersebut, yaitu Vicky (20) asal Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Dayangga (22) asal Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora Jawa Tengah, Amanda (18) asal Kecamatan Kromengan dan Mareta (20) asal Kecamatan Kepanjen. Dua nama terakhir adalah warga Kabupaten Malang.
Dipaparkannya pihaknya bekerja sama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim dan Mabes Polri mendatangkan tim trauma healing mengatasi penyembuhan trauma terhadap pasien pasca kejadian. “Kami sudah lengkapi data, nanti kami lakukan perbantuan, untuk tim trauma healing maupun tim dokkes,” jelas AKBP Putu.
Dikatakannya seluruh korban sudah terdata. Baik yang sudah pulang dari rumah sakit maupun yang masih dalam perawatan, seluruhnya dilindungi dan dibiayai oleh pemerintah. “Kami memastikan korban sudah terdata, dan data ini akan kami update terus, disinkronkan dengan data dari pemerintah kabupaten, agar nanti korban seluruhnya mendapatkan dukungan anggaran pengobatan,” tukasnya.
Ia ju6memberikan bantuan dan menyampaikan permohonan maaf kepada korban yang tengah menjalani perawatan di ruang IGD. “Sekali lagi saya mohon maaf mewakili kepolisian dengan kejadian kemarin, dan kami akan terus mendampingi korban,” urainya.
Selanjutnya Kapolres mengunjungi Stadion Kanjuruhan dan saat di depan pintu masuk pemeriksaan tiket, memanjatkan doa bagi korban Tragedi Kanjuruhan.
Kapolres menyusuri setiap sudut lokasi yang mengakibatkan korban jiwa sembari bertegur sapa, berjabat tangan dengan pengunjung yang menyempatkan diri melihat langsung serta memanjatkan doa di stadion.
Ia memastikan pengobatan seluruh korban Tragedi Kanjuruhan tidak dipungut biaya dijamin pemerintah. “Tadi kita sudah bertemu dengan kepala rumah sakit, bahwa seluruh korban Kanjuruhan dilindungi, dibiayai oleh pemerintah,” imbuhnya.
Dijelaskannya pihaknya juga mengadakan tahlil dan yasinan wujud turut berduka cita selama 40 hari berturut-turut. “Acara doa bersama ini digelar sebagai bentuk keprihatinan dan duka cita kami semua yang sedalam-dalamnya kepada korban. Tahlil dan yasinan digelar sampai 40 hari. Diharapkan korban meninggal husnul khotimah dan mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya.(*/had)





















































