BACAMALANG.COM – Provinsi Jawa Timur (Jatim) tercatat sebagai penyumbang ekspor tertinggi di sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf). Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Strategis Ekonomi Kreatif Kemenekraf/Badan Ekraf, Cecep Rukendi, S.Sos., MBA, saat membuka Sosialisasi dan Fasilitasi Pendirian Badan Usaha Berbadan Hukum bagi Pegiat Ekonomi Kreatif di Harris Hotel & Conventions Malang, Selasa (18/11/2025).
“Posisi Jatim berada di atas Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, dengan nilai ekspor mencapai USD 3.414 pada semester I-2025,” ujarnya.
Cecep menambahkan, capaian tersebut membuat Jatim menjadi prioritas pengembangan Ekraf, yang turut didukung keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari. Ia juga menyoroti terpilihnya Kota Malang sebagai salah satu Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts.
“Saya senang melihat banyak kampus dengan jurusan ekonomi kreatif di Malang. Saat ini profil 10 orang terkaya dunia sudah berubah, dari pemilik industri media dan padat modal menjadi pebisnis kreatif di bidang budaya dan teknologi, khususnya digital,” terangnya.
Menurut Cecep, kegiatan sosialisasi ini selaras dengan Asta Cita Presiden RI, termasuk penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pembangunan infrastruktur. Ia menekankan bahwa kreativitas merupakan kunci utama dalam bisnis di era sekarang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Baihaqi, S.Pd., S.E., M.Si., menyatakan bahwa Malang sebagai bagian dari 58 Kota Kreatif dengan 17 subsektor aktif memiliki potensi ekonomi besar di masa depan.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Kemenekraf melalui implementasi menghadirkan mitra strategis setelah digelarnya diskusi ICCF yang dihadiri Menparekraf Teuku Riefky Harsya awal bulan ini di MCC Kota Malang,” katanya.
Baihaqi menambahkan bahwa Kota Malang terus berkembang dengan keberadaan 62 perguruan tinggi dan sekitar 800.000 mahasiswa—jumlah yang hampir setara dengan populasi penduduk. Potensi demografi ini diperkuat kolaborasi bersama Kota Batu dan Kabupaten Malang dalam wadah Senyawa Nusantara.
“Saat ini PDRB Kota Malang berada di atas 5%, menunjukkan potensi ekonomi besar terutama dari bonus demografi 60 persen pemuda. Kegiatan sosialisasi pendirian badan usaha ini penting, karena perlindungan hukum merupakan kebutuhan mutlak,” tegasnya.
Terkait arahan Kemenekraf agar pemerintah daerah memperkuat dukungan terhadap pengembangan produk kreatif lokal melalui pembentukan dinas Ekraf daerah, Baihaqi mengungkapkan bahwa langkah tersebut telah dibahas lebih lanjut.
“Kami sudah mengubah nomenklatur. Ada dua alternatif, yaitu Dinas Kebudayaan dan Ekraf atau Dinas Pariwisata dan Ekraf. Sesuai rancangan Pemerintah Kota Malang, Wali Kota menargetkan Dinas Ekraf dapat berdiri pada 2026,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kemenekraf/Badan Ekraf Muhammad Fauzy, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si. (Wakil Rektor UNS), Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.H. (Ketua LPPM UNS), Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Jatim Raden Fadjar Widjanarko, S.E., M.M., Penyuluh Pajak Ahli Madya Kanwil DJP Jatim III Ir. Abdul Muis, M.M., Dr. Noor Saptanti dari Ikatan Notaris Indonesia, Agus Tri Haryanto dari UNS, Firza Rahadya Sihdiba dari Kementerian PPN/Bappenas, serta perwakilan perguruan tinggi dan pegiat Ekraf Malang Raya.
Pewarta: Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































