Kasus Penggelapan Uang Nasabah Bank Mega, Tiga Saksi Korban Dihadirkan Di Persidangan

Tiga saksi Korban dihadirkan pada sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan uang nasabah Bank Mega,di PN Malang, Rabu (3/8/2022)

BACAMALANG.COM – Sidang lanjutan dalam kasus dugaan penggelapan uang nasabah Bank Mega oleh Kancab Bank Mega jl Kyai Tamin YA (45) warga Kelurahan Pisang Candi Kecamatan Klojen, kembali di gelar di Pengadilan Negeri Kota Malang pada Rabu (03/08/2022), dengan agenda meminta keterangan saksi korban lainnya.

Saksi korban, Lieneke menjelaskan, selama menabung di Bank Mega tidak pernah terjadi masalah. Meski Bilyet Giro, dicairkan langsung ke kantor Bank Mega.

Dirinya percaya, karena Bank Mega adalah bank besar, yang dapat dipercaya. Sedang terdakwa saat itu, adalah kepala cabang Bank Mega jl Kyai Tamin.

“Saya sudah kenal lama dengan terdakwa, sebelumya memang tidak ada masalah. Dan tahun 2020, saya dikasih program, dan menabung, 100 juta. Dan di janji kan satu bulan dan ditambah satu bulan lagi. Namun, ketika saya akan mencairkan tidak bisa,” jelas saksi korban Lieneke.

Sementara saksi lain, Maria mengatakan, sebelumya pada program tabungan diposito di Bank Mega, keuangan lancar. Permasalahan baru muncul saat mengikuti program tabungan FR 8.

“Saya menabung program deposito Bank Mega sejak tahun 2017, dan selama itu tidak ada masalah, Lancar-lancar saja saat pengambilan uang saya. Kemudian saya ditawari program FR 88. Tetapi pada saat pengambilan, dana tidak bisa dicairkan. Jumlahnya cukup lumayan Rp. 400 juta, bukti tanda terimanya juga ada,” terangnya.

Saksi korban lainya, Jong Pongki Tambayong, mengaku kenal karena terdakwa membawa nama Bank Mega.

“Saya diikutkan program, Deposito dan tabungan. Namun pada akhirnya, di buku tabungan saya saldonya tidak ada dana sudah habis. Akibatnya saya mengalami Kerugian, Rp. 425 juta,” ujarnya.

Ketiga saksi korban berharap, uangnya bisa kembali. Karena, terdakwa adalah kepala cabang Bank Mega.

Sementara itu, kuasa hukum para terdakwa, Maliki menjelaskan, pada sidang lanjutan kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Korban.

“Sesuai dari Pengadilan, terkait kerugian, uangnya kembali. Karena fakta persidangan, terdakwa mewakili kepala cabang pembantu Bank Mega,” terangnya.

Lebih lanjut Maliki menjelaskan, bahwa pihaknya, pernah mengklarifikasi juga dengan Djoko Tjandra selaku Head Area Bank Mega.

“Terkait produk yang diterbitkan, itu memang asli dari Bank Mega. Cuma memang diregister tidak tercatat, atas nomor deposito atau SUN dan lainya,” jelas Maliki.

Dirinya berharap, Bank Mega ikut bertanggungjawab untuk kasus ini. Karena terdakwa ini kapasitasnya mewakili dari Bank Mega.

“Saya memang pernah diundang oleh Pak Candra. Dan terkait kasus ini, menurut Kejaksaan akan ada calon tersangka lain dari salah satu pegawai Bank Mega dan dari sipil,” pungkasnya.(Him)