BACAMALANG.COM – Bertambah jadi 132 korban meninggal di Tragedi Kanjuruhan, ratusan Netizen menumpahkan emosi di Medsos, Selasa (11/10/2022).
Untuk diketahui di tengah upaya keras Aremania melakukan gerakan usut tuntas, masih saja diterpa kesedihan mendalam karena bertambah satu korban meninggal, yakni warga Dusun Banjar Patoman, Dampit, Kabupaten Malang, Helen Prisela (20).
Korban sebelumnya kondisinya kritis 10 hari terakhir di IGD RSSA Kota Malang. Keadaannya sangat memilukan, tangan kiri patah, kepala kerapkali pusing, dan muntah-muntah.
Selain keluarga, nampak manajer tim Arema, Ali Rifki, dan Walikota Malang, Sutiaji, ikut menunggu jenazah yang masih menuju transit kamar jenazah, RSSA Kota Malang. Keluarga tampak berduka mendalam atas kepergian Helen.
Mendiang adalah mahasiswi di sebuah akademi kebidanan itu sebelumnya menjalani perawatan di RS Cakra Malang. Helen adalah salah satu pasien yang sempat dijenguk oleh Presiden Joko Widodo.
Ia dinyatakan meninggal pukul 14.25 WIB. Almarhumah sudah dalam keadaan agak kritis. Dalam perjalanannya semakin memburuk. Karena masuk (RSSA) sudah dengan multi trauma.
Tak ayal berita menyebar cepat di media, memantik sikap emosional ratusan netizen yang minta dilakukan usut tuntas Tragedi Kanjuruhan.
“Humas Polda Jatim lihatlah. Korban dari Kanjuruhan. Apa masih kurang cukup 130 lebih nyawa. Dengan statemen ” korban bukan karena gas air mata?” Turut berduka cita semoga keluarga diberi kesabaran,” tulis akun Joni Kusnandar di grup FB.
Reaksi amarah lain muncul dari netizen lainnya. “Usut harus bertanggung jawab atas semua keluarga yang berduka maupun terluka yang masih dirawat inap,” tegas akun Rez Fatt di grup FB.
“Korban berjatuhan ratusan, tetapi sampai detik ini tidak ada yang menyimpulkan GAS AIR MATA penyebabnya. Malah dianggap tak berbahaya,” tandas akun Achmad Jaenuri di grup FB. (*/had)





















































