Menuju “Kota Seni”, Kepanjen Gencar Gelar Festival Budaya dan Edukasi Kreatif - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 4 Mei 2025 07:50 WIB ·

Menuju “Kota Seni”, Kepanjen Gencar Gelar Festival Budaya dan Edukasi Kreatif


 Nababa memberikan edukasi budaya musik lawas dan menghibur masyarakat di alun-alun Contong Kepanjen. (Nababa for BacaMalang) Perbesar

Nababa memberikan edukasi budaya musik lawas dan menghibur masyarakat di alun-alun Contong Kepanjen. (Nababa for BacaMalang)

BACAMALANG.COM – Kepanjen, pusat pemerintahan Kabupaten Malang, mulai menapaki jalur baru sebagai Kota Seni. Berbagai kegiatan budaya dan seni kreatif terus digelar demi membangun identitas kota yang hidup, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam denyut seni dan budaya lokal.

Salah satu sorotan terbaru adalah penampilan musik keroncong lawas oleh Nababa Band di Alun-alun Contong Kepanjen, yang mengajak masyarakat mengenal kembali kekayaan musik tradisional Nusantara. Dalam waktu dekat, komunitas ini juga akan menggelar lomba lukis anak-anak di Taman Contong sebagai bentuk edukasi seni sejak dini, dengan iringan musik dari Nababa Band yang dipimpin Budi Santoso.

“Alhamdulillah, kami berkomitmen melestarikan budaya lewat jalur musik. Kami ingin anak-anak mengenal seni sebagai bagian dari kehidupan mereka,” ujar Budi, keyboardis sekaligus ketua Nababa Band.

Tak hanya dari sektor musik, geliat seni rupa pun tumbuh subur di Kepanjen. Seniman lukis Imam Rosi’ aktif mengadakan pameran seni di Gedung KNPI, sementara Supriatna, seorang perajin kreatif, mengusung konsep seni berkelanjutan lewat karya dari barang daur ulang.

Koordinator acara, Boesrozi, menyebutkan bahwa sinergi komunitas menjadi kunci tumbuhnya ekosistem seni di Kepanjen. “Seni adalah bahasa yang menyatukan. Melalui kegiatan ini, kami ingin Kepanjen punya wajah baru sebagai kota dengan semangat kreatif,” katanya.

Dengan dukungan komunitas dan antusiasme publik yang terus menguat, Kepanjen berpotensi menjadi magnet budaya baru di Malang Raya—sebuah kota yang tak hanya membangun gedung, tapi juga merawat jiwa.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

SDN Lowokwaru 2 Gelar Gebyar Talenta Siswa, Libatkan Wali Murid dan 120 Peserta Lomba Mewarnai TK

27 Mei 2026 - 06:33 WIB

Pra Launching Amazing South Malang Jadi Wadah Kreativitas Anak Muda dan Kolaborasi Komunitas

27 Mei 2026 - 00:06 WIB

Transformasi Digital Pendidikan Dasar, Dosen Statistika FSTeM UB Latih Guru SD Sekaran Visualisasi Data dan Generative AI

26 Mei 2026 - 21:30 WIB

Lestarikan Tradisi Leluhur, Selamatan Desa Oro-Oro Ombo 2026 Meriah dengan Pentas Seni hingga Wayang Kulit

26 Mei 2026 - 09:57 WIB

MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 Bentuk Ekosistem Sepak Bola Putri

24 Mei 2026 - 21:03 WIB

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Malang 2025-2026 Sukses Lahirkan Juara Baru SDN Tulungrejo 02 dan SDN Lowokwaru 3

24 Mei 2026 - 20:36 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !