Monitoring Kondisi Terumbu Karang di Selat Sempu - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 21 Jul 2024 19:30 WIB ·

Monitoring Kondisi Terumbu Karang di Selat Sempu


 Berfoto bersama usai kegiatan monitoring terumbu karang di Pulau Sempu. (Dok SALAM) Perbesar

Berfoto bersama usai kegiatan monitoring terumbu karang di Pulau Sempu. (Dok SALAM)

BACAMALANG.COM – Pada hari ini, Minggu (21/7/2024), Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Malang bekerja sama dengan Sahabat Alam Indonesia (SALAM) melaksanakan kegiatan penyelaman rutin untuk memantau kondisi substrat dasar di Selat Sempu, terutama terumbu karang. Kegiatan ini menjadi relevan mengingat isu perubahan iklim dan potensi tindak pidana perusakan terumbu karang oleh manusia.

Kasatpolairud Polres Malang, AKP Slamet Subagyo, S.Sos, menekankan pentingnya isu perubahan iklim, terutama bagi aparat penegak hukum. Tujuannya adalah mencegah kerusakan lingkungan yang dapat diperparah oleh perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kondisi substrat dasar Selat Sempu terkait terumbu karang masih tergolong baik. Meskipun terjadi pemutihan karang (coral bleaching), kondisinya sudah mulai pulih secara normal.

Selain itu, Satpolairud memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya nelayan. Mereka diminta untuk tidak mengambil terumbu karang untuk dijual sebagai hiasan atau untuk akuarium air laut (aquascape). Selain itu, penting juga untuk memperhatikan cara menambatkan perahu agar tidak merusak area terumbu karang.

Kasus perusakan terumbu karang pada tahun 2013, 2014, dan 2018 menjadi perhatian. Oleh karena itu, Satpolairud mengajak masyarakat dan nelayan untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian laut. Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan sangat dianjurkan mengingat dulu masih banyak yang menggunakan potasium dan bom ikan. Hal ini bertujuan untuk menjaga hasil tangkapan nelayan dan mendukung ekowisata di masa depan.

Kanitgakum Satpolairud Polres Malang, Aipda Erryca Indrajaya, dan Kasubnitpatwalair, Aipda Romadhoni, turut serta dalam kegiatan ini.

Terkait hal ini, Founder Sahabat Alam Indonesia (SALAM), Andik Syaifudin, mengapresiasi upaya Satpolairud dan jajarannya dalam mencegah kerusakan ekosistem laut. Hal ini menegaskan bahwa aparat penegak hukum memiliki peran aktif baik secara persuasif maupun represif terhadap pelaku yang terindikasi melakukan perusakan lingkungan.

“Coral bleaching sudah mulai pulih karena perubahan suhu, dari panas menjadi mulai dingin. Meski tidak 100% karena masih ditemui beberapa jenis yang mengalami coral bleaching,” pungkasnya.

 

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 102 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen Sudah Disetujui di Pansus RPJMD, Fraksi PDI Perjuangan Heran Baru Disoal Sekarang

29 Mei 2026 - 00:00 WIB

Lippo Plaza Batu Berbagi Berkah Idul Adha 2026: Daging Kurban dan Minyak Goreng Gratis untuk Ojol dan Warga

28 Mei 2026 - 20:29 WIB

DPC PDI Perjuangan Kota Batu Sembelih 5 Ekor Sapi Kurban, Tebar Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

28 Mei 2026 - 18:26 WIB

Fasum Disulap Jadi Lapak PKL di Alun-Alun Kota Batu, Wakil Ketua II DPRD Desak Relokasi dan Penertiban

28 Mei 2026 - 15:33 WIB

Polresta Malang Kota Tebar Kepedulian, Sembelih 13 Sapi dan 27 Kambing untuk Warga di Iduladha 1447 H

28 Mei 2026 - 15:29 WIB

Gerindra Kota Malang Salurkan 3 Ribu Lebih Daging Kurban untuk Kaum Dhuafa

28 Mei 2026 - 13:23 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !