BACAMALANG.COM – Pada hari ini, Minggu (21/7/2024), Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Malang bekerja sama dengan Sahabat Alam Indonesia (SALAM) melaksanakan kegiatan penyelaman rutin untuk memantau kondisi substrat dasar di Selat Sempu, terutama terumbu karang. Kegiatan ini menjadi relevan mengingat isu perubahan iklim dan potensi tindak pidana perusakan terumbu karang oleh manusia.
Kasatpolairud Polres Malang, AKP Slamet Subagyo, S.Sos, menekankan pentingnya isu perubahan iklim, terutama bagi aparat penegak hukum. Tujuannya adalah mencegah kerusakan lingkungan yang dapat diperparah oleh perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kondisi substrat dasar Selat Sempu terkait terumbu karang masih tergolong baik. Meskipun terjadi pemutihan karang (coral bleaching), kondisinya sudah mulai pulih secara normal.
Selain itu, Satpolairud memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya nelayan. Mereka diminta untuk tidak mengambil terumbu karang untuk dijual sebagai hiasan atau untuk akuarium air laut (aquascape). Selain itu, penting juga untuk memperhatikan cara menambatkan perahu agar tidak merusak area terumbu karang.
Kasus perusakan terumbu karang pada tahun 2013, 2014, dan 2018 menjadi perhatian. Oleh karena itu, Satpolairud mengajak masyarakat dan nelayan untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian laut. Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan sangat dianjurkan mengingat dulu masih banyak yang menggunakan potasium dan bom ikan. Hal ini bertujuan untuk menjaga hasil tangkapan nelayan dan mendukung ekowisata di masa depan.
Kanitgakum Satpolairud Polres Malang, Aipda Erryca Indrajaya, dan Kasubnitpatwalair, Aipda Romadhoni, turut serta dalam kegiatan ini.
Terkait hal ini, Founder Sahabat Alam Indonesia (SALAM), Andik Syaifudin, mengapresiasi upaya Satpolairud dan jajarannya dalam mencegah kerusakan ekosistem laut. Hal ini menegaskan bahwa aparat penegak hukum memiliki peran aktif baik secara persuasif maupun represif terhadap pelaku yang terindikasi melakukan perusakan lingkungan.
“Coral bleaching sudah mulai pulih karena perubahan suhu, dari panas menjadi mulai dingin. Meski tidak 100% karena masih ditemui beberapa jenis yang mengalami coral bleaching,” pungkasnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































