Nusantara Bernyanyi 2 Lahirkan Talenta Muda Malang Raya, Ini Tanggapan Juri Dan Undangan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 3 Agu 2024 22:01 WIB ·

Nusantara Bernyanyi 2 Lahirkan Talenta Muda Malang Raya, Ini Tanggapan Juri Dan Undangan


 Ajang Nusantara Bernyanyi 2 di Gedung Kesenian Gajayana Malang, Sabtu (3/8/2024). (Nedi Putra AW). Perbesar

Ajang Nusantara Bernyanyi 2 di Gedung Kesenian Gajayana Malang, Sabtu (3/8/2024). (Nedi Putra AW).

BACAMALANG.COM – Nusantara Bernyanyi 2, ajang lomba menyanyi lagu-lagu daerah bagi pelajar SD dan SMP yang digelar Museum Musik Indonesia (MMI) di Gedung Kesenian Gajayana, baru saja usai dan berhasil menelurkan talenta-talenta muda baru di Malang Raya, Sabtu (3/8/2024).

Acara yang merupakan kelanjutan dari program Nusantara Bernyanyi 1 pada tahun 2023 ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab moral MMI untuk mengenalkan kembali lagu-lagu daerah atau tradisional Nusantara kepada generasi muda.

Salah satu juri, DE Anggar Syaf’iah Gusti sangat mengapresiasi semangat dan effort para peserta yang tampil. “Event ini bagus banget, karena tidak mudah di saat ini untuk mengumpulkan anak-anak, kemudian latihan untuk menyongsong sebuah lomba yang membawa nama sekolahnya,” ungkapnya kepada BacaMalang.com.

Vokalis grup Duo Etnicholic ini menyampaikan kesannya dalam memberi penilaian kepada para peserta di lomba kali ini. Ia mengatakan ada 3 penilaian dalam penjurian, yakni dari segi teknik vokal, pembawaan dan penampilan. Untuk teknik vokal, imbuhnya, yakni dengan menelaah semua produksi bunyi baik itu nafas, pemenggalan, fraseringnya, improvisasi, maupun ornamentasi nada.

“Kalau pembawaan lebih kepada intrepretasi lirik dan musik yang dibawakan sesuai dengan suasana yang diharapkan dari lagu itu sendiri,” ucapnya.

Wanita yang biasa disapa Anggar ini menambahkan, karena event ini namanya Nusantara Bernyanyi, maka tantangannya adalah bagaimana ciri khas akar nusantaranya tetap bisa terasa. Ia memberi contoh salah satu peserta ada yang membawakan lagu Melayu.

“Nah, sebaiknya bagaimana ‘cengkok’ melayu-nya itu juga harus dipelajari terlebih dahulu, termasuk pembawaannya, apakah harus manja atau tepat hitungan?,” ungkapnya.

Ia menyatakan, konotasi nusantara di sini tidak sebatas membawakan lirik dan bahasa yang tepat, namun juga untuk pembawaan musikalnya.

“Seperti yang kita ketahui Solo dan Yogya sepintas sama dari sisi geografis dan kulturnya yang dari Jawa, tapi pembawaan musikal Yogya itu pas tempo atau tepat hitungan, sementara Solo itu ‘nggandhol'”, terang alumnus Seni Tari Universitas Negeri Malang (UM) ini

Angger menegaskan, bahwa semua itu harus dipelajari dengan seksama, bukan hanya pengucapannya saja, karena bagaimanapun pembawaan lagu Madura, Melayu atau Batak pasti akan berbeda-beda.

“Selain tantangan, justru di sini menunjukkan kekayaan seni tradisi Indonesia yang harus kita gali, yang menunjukkan kehebatan dari masing-masing daerah di Nusantara,” tukas wanita yang saat kuliah mengasah vokalnya dengan ikut UKM Paduan Suara Mahasiswa ini.

Bahkan, lanjut Anggar, salah satu lagu Duo Etnicholic yang berjudul “Home” ia bawakan sebagai wujud rasa bangga sebagai orang Indonesia dari perasaan yang membuncah dengan nada-nada Jawa, Bali sampai Kalimantan meski dalam bahasa Inggris.

DE Anggar Syaf’iah Gusti, salah satu juri Nusantara Bernyanyi 2 yang juga Vokalis grup Duo Etnicholic. (Nedi Putra AW)

Anggar sendiri menilai masih ada beberapa peserta yang belum sepenuhnya menguasai hal-hal yang ia sampaikan tersebut. Oleh karena itu ia memberi saran kepada MMI sebagai penyelenggara agar dalam kegiatan selanjutnya, khususnya saat technical meeting, para peserta diberi arahan agara para peserta mencari referensi yang lebih lengkap ketika memilih lagu-lagu dari etnis tersebut. “Semoga acara-acara seperti ini lebih banyak lagi digelar di masa mendatang,” harapnya.

Acara ini juga mendapat tanggapan dari salah satu undangan. Crescentia Harividyanti dari Hotel Tugu Malang mengaku terhibur dan kagum dengan penampilan para pelajar SD dan SMP yang tampil.

“Mereka bagus-bagus, namun suasana yang terlalu riuh dan ramai, khususnya di tengah penampilan, kadang membuat suasana menjadi kurang mencerminkan sebagai suatu konser musik,” ungkapnya.

Meski demikian Cresentia sangat mengapresiasi langkah MMI dengan menggelar event menyanyikan lagu daerah yang dapat dikatakan langka di era seperti saat ini. “Jadi mengingatkan acara-acara menyanyi pada masa-masa sekolah saya dulu,” tandas alumnus dari Cor Jesu ini.

Sebagai informasi, Hotel Tugu adalah salah satu hotel yang konsisten menggelar acara-acara seni budaya dari berbagai daerah di Nusantara lewat program bertajuk Indonesia Cultural Dining Series secara berkala sejak 10 tahun silam. Kolaborasinya dengan MMI menghadirkan Budaya Papua yang dihelat pada bulan Juni lalu.

Pewarta : Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 111 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen Sudah Disetujui di Pansus RPJMD, Fraksi PDI Perjuangan Heran Baru Disoal Sekarang

29 Mei 2026 - 00:00 WIB

Lippo Plaza Batu Berbagi Berkah Idul Adha 2026: Daging Kurban dan Minyak Goreng Gratis untuk Ojol dan Warga

28 Mei 2026 - 20:29 WIB

DPC PDI Perjuangan Kota Batu Sembelih 5 Ekor Sapi Kurban, Tebar Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

28 Mei 2026 - 18:26 WIB

Fasum Disulap Jadi Lapak PKL di Alun-Alun Kota Batu, Wakil Ketua II DPRD Desak Relokasi dan Penertiban

28 Mei 2026 - 15:33 WIB

Polresta Malang Kota Tebar Kepedulian, Sembelih 13 Sapi dan 27 Kambing untuk Warga di Iduladha 1447 H

28 Mei 2026 - 15:29 WIB

Gerindra Kota Malang Salurkan 3 Ribu Lebih Daging Kurban untuk Kaum Dhuafa

28 Mei 2026 - 13:23 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !