BACAMALANG.COM – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026 di Universitas Brawijaya (UB) diikuti sebanyak 16.225 peserta. Ujian berlangsung selama enam hari, mulai 21 hingga 26 April 2026, yang terbagi dalam sebelas sesi.
Pada jalur SNBT tahun ini, jumlah peminat UB mencapai 66.412 orang. Rinciannya, sebanyak 37.575 peserta memilih UB sebagai pilihan pertama, 30.199 pilihan kedua, 7.123 pilihan ketiga, dan 7.716 pilihan keempat. Seluruh peserta tersebut akan memperebutkan kuota sebanyak 5.793 kursi.
UB menyiapkan 67 ruang ujian yang tersebar di 16 fakultas serta Laboratorium Komputer Direktorat Teknologi Informasi (DTI). Untuk menunjang pelaksanaan, disediakan 1.540 unit komputer dan 165 unit komputer cadangan.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menyampaikan bahwa pihak kampus telah memastikan kesiapan seluruh infrastruktur penunjang ujian. Hal ini meliputi komputer, laptop, CCTV, UPS, hingga genset di setiap lokasi untuk mengantisipasi gangguan listrik. Selain itu, aspek keamanan juga diperhatikan melalui penggunaan metal detector serta sterilisasi ruang ujian.
“Hasil pantauan kami, terdapat 40 peserta yang tidak hadir pada hari pertama. Untuk peserta disabilitas, hadir sebanyak 13 orang, yang terdiri dari enam tunarungu, tiga tunadaksa, dan empat tunanetra,” ujarnya usai peninjauan di sejumlah lokasi ujian, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, meskipun jumlah peserta disabilitas tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya, UB tetap memastikan aksesibilitas dan kenyamanan mereka selama ujian. Seluruh peserta disabilitas ditempatkan di satu lokasi, yakni di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) lantai 1, dengan fasilitas yang telah disesuaikan.
“Peserta tetap dapat mengerjakan soal secara mandiri dengan dukungan fasilitas yang ramah disabilitas, termasuk bagi tunanetra,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., (dua dari kiri), menyampaikan keteraangan di gedung rektorat usai peninjauan di sejumlah lokasi ujian, Selasa (21/4/2026). (Nedi Putra AW)
Sementara Koordinator Pelaksana UTBK UB, Arif Hidayat, M.M., menambahkan bahwa pengawas diminta lebih cermat dalam proses verifikasi identitas, khususnya bagi peserta disabilitas.
“Jika terdapat keterangan disabilitas pada kartu peserta, pengawas harus memahami kebutuhan masing-masing agar pelaksanaan ujian tetap sesuai prosedur,” ungkapnya.
Dari sisi teknis, UB memastikan seluruh sistem jaringan dan perangkat komputer telah melalui uji coba berkala guna menjaga stabilitas selama pelaksanaan ujian. Selain itu, sebanyak 455 personel dikerahkan, terdiri dari pengawas, teknisi, penanggung jawab lokasi, penanggung jawab teknologi informasi, hingga admin TI.
Pengawasan ujian juga diperketat melalui kombinasi pemantauan langsung dan dukungan teknologi. Sebanyak sembilan tim monitoring dan evaluasi (monev) turut diterjunkan untuk meminimalkan potensi kecurangan.
“Jaringan tidak bisa diakses dari luar secara nasional, sehingga seluruh sistem tertutup. Selain itu pengecekan kepada peserta kali ini lebih cermat, mulai dari busana dan akesoris yang digunakan agar tidak ada celah,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Dr. Rosihan Asmara, S.E., M.P., menegaskan adanya pengaturan akses kendaraan di area kampus selama pelaksanaan UTBK.
“Kendaraan pengantar, termasuk ojek daring, hanya diperbolehkan sampai gerbang kampus untuk menghindari penumpukan di dalam area. Penyelenggaraan ujian selama 6 hari ini juga diharapkan tidak menimbulkan penumpukan peserta yang berimbas pada akses kendaraan di area sekitar kampus” jelasnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, UB berharap pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































