Pasokan LPG Mulai Lancar, UMKM Gorengan Pangkas Produksi 25 Persen, Omzet Justru Naik - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 18 Apr 2026 15:12 WIB ·

Pasokan LPG Mulai Lancar, UMKM Gorengan Pangkas Produksi 25 Persen, Omzet Justru Naik


 Fitri Astutik penjual gorengan di Kepanjen sedang melayani pembeli setia (loyal customer) gorengan, di mana kini harganya beradaptasi dengan perkembangan situasi perekonomian demi tetap eksis di tengah kondisi seperti saat ini. (Fitri for Baca Malang) Perbesar

Fitri Astutik penjual gorengan di Kepanjen sedang melayani pembeli setia (loyal customer) gorengan, di mana kini harganya beradaptasi dengan perkembangan situasi perekonomian demi tetap eksis di tengah kondisi seperti saat ini. (Fitri for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Setelah sempat terdampak kelangkaan LPG pada awal pekan lalu, pelaku UMKM di Kepanjen, Kabupaten Malang, kini mulai bernapas lega. Pasokan LPG 3 kilogram berangsur normal setelah PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan tambahan 36 ribu tabung atau sekitar 30 persen dari alokasi normal untuk wilayah Kabupaten Malang.

Fitri Astutik, penjual gorengan di Kepanjen yang juga pengecer LPG 3 kilogram (melon), mengaku pasokan mulai membaik meski belum sepenuhnya stabil. “Alhamdulillah meski perlahan, pasokan LPG mulai lancar,” ujarnya kepada Bacamalang.com, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, pada Senin (13/4/2026) menerima 40 tabung dari pemasok utama serta tambahan 18 tabung dari pemasok kedua. Kemudian pada Selasa (15/4/2026), pasokan kembali datang sehingga kebutuhan harian sebanyak 10 tabung untuk operasional dapat terpenuhi.

Meski pasokan mulai tersedia, Fitri tetap melakukan penyesuaian dengan menurunkan produksi gorengan hingga 25 persen. Di sisi lain, ia menerapkan strategi menaikkan harga dari Rp700 menjadi Rp1.000 per potong, sekaligus memperbesar ukuran produk.

“Harga kita naikkan sekitar 45 persen, ukuran juga lebih besar. Alhamdulillah omzet justru naik sekitar 10 sampai 12 persen,” ungkapnya.

Kondisi ini menunjukkan kemampuan adaptasi pelaku UMKM dalam menghadapi krisis pasokan energi. Penyesuaian harga dan ukuran produk menjadi strategi efektif untuk menjaga keberlangsungan usaha, sekaligus mempertahankan minat konsumen terhadap gorengan sebagai makanan rakyat.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Terhimpit Kebijakan Cukai 2026, Buruh Rokok Kepanjen Berburu Kerja Sampingan Demi Hidupi Keluarga

17 April 2026 - 17:42 WIB

Sektor Jasa Keuangan di Wilayah Kerja OJK Malang Stabil, Kredit Konsumsi Dominasi Pertumbuhan

16 April 2026 - 13:06 WIB

Ungkap Sindikat Vandalisme Jaringan, Satreskrim Polres Batu Raih Penghargaan dari Telkomsel

15 April 2026 - 20:47 WIB

Pertamina Tambah 36 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Kabupaten Malang, Pastikan Stok Aman

15 April 2026 - 12:30 WIB

Mikutopia Tepis Isu Tunggakan Pajak, Tegaskan Komitmen Transparan dan Taat Kewajiban

12 April 2026 - 12:58 WIB

Plastik Membengkak, Penjual Gorengan Kepanjen Naikkan Harga

9 April 2026 - 11:51 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !