Dorong Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Desa Pesisir, Lilis Cottage Kembangkan Homestay Ramah Lingkungan dan Buka Peluang Usaha Lokal - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 8 Apr 2026 19:43 WIB ·

Dorong Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Desa Pesisir, Lilis Cottage Kembangkan Homestay Ramah Lingkungan dan Buka Peluang Usaha Lokal


 Homestay Lilis Cottage Wedi Awu. (Foto: Dokumentasi Homestay Lilis Cottage Pantai Wedi Awu) Perbesar

Homestay Lilis Cottage Wedi Awu. (Foto: Dokumentasi Homestay Lilis Cottage Pantai Wedi Awu)

BACAMALANG.COM – Pengembangan pariwisata berbasis desa terus menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di kawasan pesisir Kabupaten Malang. Salah satu inisiatif yang berkembang adalah kehadiran Lilis Cottage di kawasan Pantai Wedi Awu, Desa Purwodadi, yang mengusung konsep homestay ramah lingkungan sekaligus membuka ruang aktivitas wisata dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan UMKM dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Magister Manajemen, yaitu Cecilia Indah Hapsari dan Bintang Permata Putri, di bawah bimbingan langsung Prof. Dr. Agung Winarno, M.M., serta Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt., M.Si., M.Bus.

Melalui program ini, mahasiswa melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha lokal, salah satunya pada manajemen usaha homestay, pengembangan layanan wisata, serta penerapan konsep pariwisata berkelanjutan yang selaras dengan potensi lingkungan pesisir.

Prof. Dr. Agung Winarno, M.M., menjelaskan bahwa program pendampingan UMKM yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penguatan aspek bisnis, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan homestay berbasis lingkungan seperti Lilis Cottage selaras dengan tujuan SDGs, khususnya poin ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, yang menciptakan peluang kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Inisiatif pembangunan fasilitas wisata secara bertahap serta pembentukan unit usaha pariwisata desa juga mendukung SDGs poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur yang kuat serta pengembangan inovasi ekonomi di tingkat lokal.

Sementara itu, Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt., M.Si., M.Bus., menambahkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini juga mendorong terciptanya pariwisata berkelanjutan yang inklusif dan berbasis masyarakat lokal. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir sebagai aset utama pariwisata. Hal ini sejalan dengan tujuan SDGs pada pembangunan berkelanjutan wilayah dan komunitas (SDG 11).

Desa Purwodadi sendiri telah dikenal sebagai kawasan desa wisata sejak tahun 2015 melalui pengembangan wilayah wisata yang dikenal dengan sebutan BOWELE, singkatan dari Bolu-Bolu, Wedi Awu, dan Lenggoksono. Seiring waktu, kawasan ini semakin berkembang dan menarik perhatian wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam pesisir selatan Malang.

Pantai Wedi Awu dikenal sebagai salah satu destinasi favorit peselancar karena karakteristik ombaknya. Wisatawan dari berbagai negara seperti Jerman, Jepang, dan Prancis kerap berkunjung untuk merasakan pengalaman berselancar di alam yang masih alami.

Keindahan Pesisir Pantai Wedi Awu. (Foto: Dokumentasi Pantai Wedi Awu)

Pemilik Lilis Cottage yang akrab disapa Tyo mengungkapkan bahwa perkembangan wisata di kawasan ini semakin terasa setelah Desa Purwodadi berhasil masuk dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tingkat nasional pada tahun 2023. Pencapaian tersebut juga menarik perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yang berkunjung langsung ke kawasan wisata tersebut.

Selain itu, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan juga berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan fasilitas penginapan di kawasan Wedi Awu. “Banyak wisatawan yang datang ke sini, terutama wisatawan mancanegara yang ingin menikmati alam dan ombak untuk surfing. Dari situ kami melihat peluang untuk menyediakan tempat menginap yang nyaman tetapi tetap menyatu dengan alam,” ujarnya.

Wawancara dengan pemilik Lilis Cottage. (Foto: Dokumentasi Lilis Cottage Wedi Awu)

Pembangunan homestay ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Prosesnya tidak mudah, mulai dari pembukaan lahan hingga penataan kawasan. Hingga saat ini pun berbagai perbaikan dan penataan masih terus dilakukan. Meski menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk terus mengembangkan kawasan tersebut. “Buka lahan seperti ini tidak semudah yang dibayangkan. Semua butuh proses,” ungkapnya.

Homestay ini resmi diperkenalkan kepada wisatawan pada Maret 2024 melalui acara sederhana yang melibatkan tokoh agama serta perangkat desa setempat.

Menariknya, pada momen peluncuran tersebut hadir rombongan wisatawan dari Jerman yang berjumlah sekitar 20 orang. “Waktu launching menjadi momen yang sangat berkesan. Saat itu ada rombongan tamu dari Jerman yang datang sekitar 20 orang. Itu menjadi awal yang baik bagi kami untuk memperkenalkan Lilis Cottage,” tuturnya.

Pengunjung Pantai Wedi Awu dan Lilis Cottage. (Foto: Dokumentasi Pantai Wedi Awu)

Kehadiran wisatawan tidak hanya menikmati penginapan, tetapi juga berbagai aktivitas seperti berkemah, bersantai, kegiatan bersama komunitas, hingga menikmati panorama pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa Lilis Cottage tidak sekadar menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang aktivitas wisata yang hidup.

Saat ini, Lilis Cottage telah memiliki 11 unit cottage yang dikelola secara keluarga. Konsep yang diusung adalah penginapan yang menyatu dengan alam, sehingga wisatawan dapat menikmati suasana pantai yang tenang dan alami.

Homestay Lilis Cottage Wedi Awu. (Foto: Dokumentasi Homestay Lilis Cottage Pantai Wedi Awu)

Tyo menegaskan bahwa konsep wisata yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada jumlah pengunjung, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan pesisir. “Kami ingin wisata di sini berkembang secara berkelanjutan. Wisatawan datang menikmati alam, tetapi alamnya juga harus tetap dijaga agar keindahan pantai ini bisa dinikmati dalam jangka panjang,” jelasnya.

Melalui program pendampingan UMKM ini, Lilis Cottage diharapkan dapat menjadi contoh praktik pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat desa, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Kabupaten Malang.

Penulis: Bintang Permata Putri, Cecilia Indah Hapsari

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

UMM Bangun Pabrik Infus Muhammadiyah, Siap Perkuat Kemandirian Kesehatan Nasional Mulai 2027

11 Juni 2026 - 20:24 WIB

Panen Durian Melimpah, Harga Mulai Rp5 Ribu, Omzet Pedagang Meningkat

11 Juni 2026 - 06:08 WIB

Per 10 Juni 2026 Pertamax Series Naik, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

10 Juni 2026 - 09:37 WIB

Pemkot Malang Sosialisasikan Aturan Baru Opsen PKB dan BBNKB, Masyarakat Diminta Pahami Skemanya

8 Juni 2026 - 19:42 WIB

ION WATER Dukung AirAsia HYROX Jakarta 2026, Perkuat Ekosistem Fitness dan Sport Tourism Indonesia

5 Juni 2026 - 07:31 WIB

Koperasi SBW Malang Jadi Rujukan Internasional, ANGKASA Selangor Pelajari Sistem Tanggung Renteng

2 Juni 2026 - 22:24 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !