BACAMALANG.COM – PT Pertamina Patra Niaga merespons keluhan warga terkait kelangkaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Malang dengan menyalurkan tambahan 36 ribu tabung pada pekan ini. Jumlah tersebut setara sekitar 30 persen dari alokasi normal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengatakan penyaluran tambahan dilakukan setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung terhadap pasokan dan distribusi di lapangan pada Senin (13/4/2026).
“Kondisi yang terjadi saat ini masih ada lonjakan konsumsi. Stok di pangkalan sebenarnya tersedia, namun cepat habis. Sementara di beberapa titik yang dilaporkan kosong, saat ini masih dalam proses pengiriman,” ujar Ahad.
Sebagai langkah mitigasi, Pertamina juga menambah jam operasional Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Di tingkat agen, distribusi diprioritaskan ke wilayah yang mengalami kendala pasokan.
Sementara itu, di level pangkalan, Pertamina menegaskan agar penjualan dilakukan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18 ribu per tabung. Pangkalan juga diminta membatasi penyaluran ke pengecer serta memprioritaskan penjualan kepada masyarakat sekitar yang berhak.
“Agen dan pangkalan diimbau turut mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan panic buying akibat informasi yang belum tentu benar,” tambahnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai ketentuan serta jaminan kualitas dan kuantitas. Informasi lokasi pangkalan terdekat dapat diakses melalui laman resmi subsidi tepat LPG.
Pertamina menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada agen maupun pangkalan yang melanggar aturan distribusi, mulai dari penghentian alokasi hingga pemutusan hubungan usaha (PHU).
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































