Peringati 1 Muharram, Gebyar Suro Padepokan Mbah Kidul Karim Dipadati Pengunjung - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 31 Jul 2022 11:23 WIB ·

Peringati 1 Muharram, Gebyar Suro Padepokan Mbah Kidul Karim Dipadati Pengunjung


 Peringati 1 Muharram, Gebyar Suro Padepokan Mbah Kidul Karim Dipadati Pengunjung Perbesar

BACAMALANG.COM – Setelah dua tahun terselenggara dengan pengetatan pengunjung selama pandemi covid, pada hari Sabtu (30/07/22) dalam memperingati Tahun Baru Islam 2022 atau 1 Muharram 1444 H Gebyar Suro Padepokan Mbah Kidul Karim, Krajan, Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang dipadati ratusan pengunjung.

Acara ini adalah kegiatan secara turun-temurun Keluarga Besar Alm Mbah Kidul Karim. Dalam hal ini, setiap tahun keluarga ini tetap melestarikan tradisi dan budaya mengikuti peninggalan nenek moyangnya.

Saat ditemui BACAMALANG.com, Koordinator Kegiatan Gebyar Suro Mujiono menjelaskan, sebenarnya ini merupakan acara tahunan, rangkaian kegiatan religi untuk menenangkan hati yang sarat akan makna di dalamnya.

Pihaknya mengadakan Gebyar Suro juga untuk memperingati tahun baru Islam dengan mengikuit penanggalan hitungan Jawa.

“Ini adalah Padepokan Mbah Kidul Karim, ceritanya Mbah Kidul Karim ini memiliki padepokan yang memiliki slogan “Kawruh batin tulis tanpo papan kasunyatan” yang memiliki arti pendidikan batin yang memang suka tolong menolong, dengan tidak mengharapkan timbal balik dari hal itu,” terangnya.

Rangkaian acara ini dimulai dari pukul 05.00 WIB dengan kegiatan selamatan, kegiatan yang menyediakan 500 hingga 600 makanan dengan tempat makan berasal dari bambu dan daun pisang untuk tamu-tamu, pengunjung dan masyarakat sekitar.

“Menurut kepercayaan pengunjung, bambu, daun pisang, nasi dan lauk pauknya memiliki khasiat tersendiri. Maka dari itu, pengunjung selalu membawanya pulang ke tempat asalnya,” beber Mujiono.

Kemudian, pukul 20.00 WIB dilanjutkan diperdengarkan wejangan dari Alm Mbah Kidul Karim, dengan semua pengunjung duduk terdiam dan khidmat.

Tidak berhenti disitu, tepat pukul 21.00 WIB gelaran wayang pun dimulai. Gelaran seni wayang kulit di Pelataran Padepokan Mbah Kidul itu begitu ramai dipadati pengunjung. Masyarakat dan tamu-tamu terlihat senang menikmati cerita wayang kulit dengan dibalut sajian alunan musik gamelan ini.

Sementara itu, ada satu kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh para tamu, yakni mengambil air seger waras pada pukul 23.00 untuk digunakan mandi, diminum, membasuh wajah dan juga untuk dibawa pulang.

Perlu diketahui, gelaran wayang yang berdurasi sekitar 6 jam 30 menit dengan tidak ada jeda itu berjudul Tumurun Wahyu Hidayat, menceritakan tentang seorang putri yang sudah memiliki laki-laki kemudian mengandung bayi 7 bulan.

Dalang Wayang Gondo Yasir mengungkapkan, sebelum dirinya menuju panggung, bersama dengan lainnya ia sudah bersiap-siap secara matang, agar dapat berjalan secara harmonis dan bagus. Gondo Yasir merasa senang bisa tampil dan juga menghibur para penonton.

“Ini kan memperingati hari Raya Jawa, malam 1 Suro, kita sebagai seniman istilahnya menghibur para tamu dan pengunjung supaya nanti cerita-cerita di wayang itu sedikit banyak bisa dimengerti,” beber pria asal Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Kepala Desa Jambuwer Tuwuhadi dalam kunjungannya mengatakan, bahwa perlu diketahui satu-satunya padepokan yang ada di Desa Jambuwer Keluarga Besar Alm Kidul Karim ini menjadi ikon terkhusus di Desa Jambuwer sebagai desa wisata.

“Alhamdulillah untuk saat ini bisa memulai kegiatan kembali, ini juga menjadi salah satu ikon dan sudah pernah dari pemerintah desa untuk berkoordinasi Keluarga Besar Alm Kidul Karim untuk keberlanjutan ikon desa wisata Jambuwer khusus untuk wisata religi,” terangnya.

Lanjut, Tuwuhadi, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Besar Alm Kidul Karim dan dengan harapan memulainya kegiatan ini, kedepan pihak desa dapat terus bersinergi dengan Keluarga Besar Alm Kidul Karim tentu juga dengan seluruh masyarakat Jambuwer.

“Kami juga sudah mulai bergerak untuk mengenalkan potensi-potensi yang ada di desa wisata Jambuwer ini. Mudah-mudahan ini sebagai awal setelah pandemi, kedepan supaya Desa Jambuwer bisa lebih meningkat lagi,” pungkasnya (why)

Artikel ini telah dibaca 136 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Percepat Pemulihan Pascabencana, BPBD Kabupaten Malang Genjot Akurasi Data Lewat Bimtek Jitupasna

24 April 2026 - 12:52 WIB

Hijaukan TPA Supit Urang, Polresta Malang Kota Tanam 250 Pohon Sambut Hari Bhayangkara ke-80

24 April 2026 - 12:31 WIB

Bayi Dibuang dalam Kardus, Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi: Alasan Tak Siap Mental dan Terhimpit Ekonomi

24 April 2026 - 09:57 WIB

Ucapan Diduga Bernuansa SARA Picu Demo di PN Kepanjen, Massa Tuntut Oknum Panitera Diproses Hukum

24 April 2026 - 07:47 WIB

Modus Pengobatan Alternatif, Dukun di Gedangan Cabuli Pasien Hingga Berulang Kali

23 April 2026 - 22:14 WIB

Gebrakan Kalapas Baru Malang: Christo Toar Tancap Gas Upgrade SDM dan Sikat Penyelundupan HP-Narkoba

23 April 2026 - 18:50 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !