BACAMALANG.COM – Hari jadi ke-109 tahun Kota Malang yang jatuh di bulan Ramadan 1444 H kali ini tetap disemarakkan dengan sejumlah agenda. Salah satunya pameran lukisan bertajuk “Art Malang Kucecwara” di gedung Malang Creative Center (MCC). Pameran ini mengangkat tajuk ‘Sewelas Dino Ngenteni Blanggur’ atau sebelas hari menunggu waktu berbuka puasa.
Acara yang digelar para seniman yang tergabung dalam Asta Citra Perupa Malang (ACPM) di lantai 4 MCC ini dihadiri oleh Walikota Malang Sutiaji, Senin (3/4/2023).
Setelah membuka secara simbolis dengan goresan titik di kanvas, orang nomor satu di Kota Malang ini bahkan langsung membeli sebuah lukisan MCC, gedung ikonik baru Kota Malang karya Deddy Satya D yang berjudul “Fajar Baru Kota Malang”.
Ketua ACPM, Bambang Randika Santoso mengatakan bahwa pameran ini menampilkan sebanyak 65 lukisan hasil karya 33 seniman dari Malang Raya serta luar daerah seperti Surabaya, Siodarjo, Pasuruan dan Mojokerto.
“Ada beragam aliran, mulai naturalis, surealis maupun abstrak,” ungkapnya.
Selian itu, ujarnya, lukisan yang ada bukan dari goresan cat akrilik atau minyak saja, tetapi ada dari pecahan tempurung kelapa.

Pameran ini juga menghadirkan Komunitas Seniman Kaki Lima (SIEKIL) yang memamerkan karya-karya mereka dalam berbagai media, ada yang dari kanvas, goni, maupun piring.
Pria yang sering disapa Simbah ini menambahkan, bahwa lukisan-lukisan ini tak hanya dipamerkan, karena pengunjung juga dapat membeli karya-karya yang dibanderol mulai dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah ini.
“Pameran ini diselenggarakan mulai 3 hingga 13 April 2023 mendatang, namun jika apresiasi masyarakat bagus, bisa jadi diperpanjang hingga tanggal 16 April,” terangnya.
Simbah sangat menyambut baik hadirnya MCC, karena dapat menampung kreativitas masyarakat di bidang seni maupun ekonomi kreatif.
“Saya berharap ke depan MCC dapat menjadi galeri permanen bagi seni lukis hasil karya para seniman, khususnya Malang Raya, sehingga menjadi jujugan bagi para wisatawan maupun pegiat seni,” tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji juga mengungkapkan rasa kagumnya atas lukisan yang dipamerkan.
“Saya melihat pameran ini tampil dinamis, karena selain semua aliran masuk, pelukisnya pun lintas generasi,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa gedung MCC ini bisa digunakan oleh berbagai komunitas untuk menggelar kegiatan-kegiatan yang sifatnya pemberdayaan masyarakat.
Semua dapat menggunakan secara gratis, namun tentunya lewat koordinasi terlebih dulu dengan manajemen, karena berkaitan dengan penjadwalan.
“MCC ini milik penjenengan semua, jadi mari dimanfaatkan gedung yang sudah terbangun ini seoptimal mungkin, apalagi nantinya insyaallah yang memanfaatkannya tidak hanya orang Malang saja,” pungkasnya.
Selain Wali Kota, pembukaan pameran lukisan ini dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta tamu undangan lainnya.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki





















































