BACAMALANG.COM — Hujan berintensitas sedang hingga deras yang mengguyur Kabupaten Malang sejak Senin (2/11/2026) dini hari memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bersama tim gabungan bergerak melakukan penanganan, termasuk membuka kembali akses jalan yang sempat terputus.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan bencana tersebut tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, hingga Bantur.
Di Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, banjir mengakibatkan akses penghubung Dampit menuju jalan poros Gunung Gatel terputus. Sementara itu, banjir juga melanda Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, setelah debit Sungai Kedung Ondo meningkat sejak Sabtu (31/10/2026) sore.
Banjir sempat terjadi di Desa Bantur, Kecamatan Bantur, tetapi kondisi air kini mulai surut.
Selain banjir, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, serta Desa Purwodadi di Kecamatan Tirtoyudo. Kejadian serupa juga melanda Desa Watsuko dan Desa Polaman di Kecamatan Dampit, serta Desa Sumberbening di Kecamatan Bantur.
Jalur Malang–Lumajang Sempat Lumpuh
Salah satu titik yang menjadi perhatian petugas adalah longsor di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading. Material berupa tanah dan rumpun bambu menutup total jalur provinsi Malang–Lumajang pada Senin sekitar pukul 05.00 WIB.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut turut beredar melalui video yang diunggah Komunitas 14020 Malang Raya, yang menyebut adanya laporan dari seorang personel TNI.
Setelah dilakukan penanganan bersama, jalur provinsi tersebut kini kembali fungsional. Kendaraan dari arah Lumajang menuju Malang maupun sebaliknya sudah dapat melintas.
Sadono membenarkan bahwa proses pembersihan material longsor dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur.
“Telah terjadi tanah longsor di beberapa titik wilayah mulai dari Kecamatan Dampit, Ampelgading, Tirtoyudo, dan Bantur, serta adanya kenaikan debit air di wilayah Sumbermanjing Wetan. Setiap kejadian terus dilakukan upaya penanganan,” ujar Sadono, Selasa (3/11/2026).
Ia menambahkan, jalur provinsi di Desa Tirtomoyo yang sebelumnya tertutup tanah dan rumpun bambu telah kembali dapat dilalui kendaraan.
Alat Berat Dikerahkan, Petugas Tetap Siaga
Penanganan bencana melibatkan unsur TNI, Polri, jajaran Polsek Ampelgading Polres Malang, BPBD Kabupaten Malang, relawan, Dinas Bina Marga, serta masyarakat setempat.
Untuk mempercepat proses evakuasi material longsor, Dinas Bina Marga mengerahkan alat berat berupa ekskavator. Pemantauan dan penanganan diprioritaskan di wilayah Ampelgading dan Tirtoyudo yang terdampak longsor.
Akses menuju Desa Lebakharjo melalui wilayah Sonowangi juga telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, pembersihan sisa material di sejumlah lokasi masih berlangsung.
Petugas gabungan tetap bersiaga di lapangan dengan memprioritaskan pembukaan akses utama agar aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat kembali normal.
Kewaspadaan juga ditingkatkan untuk mengantisipasi longsor susulan, terutama di Kecamatan Ampelgading, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Sementara itu, pendataan kerusakan dan penghitungan nilai kerugian masih dilakukan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































