Tumbuhkan Minat Bertani Kalangan Milenial, Petani Kopi Dampit Ini Berbagi Pengalaman

Petani Kopi Dampit Tamin (baju hitam) d sela-sela pelatihan motivasi bisnis di Dampit. (ist)

BACAMALANG.COM -Untuk melahirkan Petani Milenial di Kabupaten Malang, digelar Pelatihan Motivasi Bisnis bagi Pemula di Kecamatan Dampit baru-baru ini.

Menariknya, salah satu mentor adalah Petani Kopi Dampit Tamin yang sukses bertani Kopi hingga dipercaya Kementerian Pertanian RI menjadi mentor dan pemateri pelatihan.

“Hari ini Kita mengalami transisi demografi dimana yang bergerak di sektor pertanian rata-rata berusia lanjut karena anak muda kurang tertarik untuk bergerak di sektor pertanian. Karena dimata mereka bertani itu kotor, bertani itu bau. Tetapi perlu diketahui mindset bertani kuno itu tidak berlaku kalau Kita fokus. Itu sudah terbukti. Saya telah membuktikan sendiri,” tegas Mentor Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) Kabupaten Malang Sektor Perkebunan Komoditas Kopi, Tamin.

Pria yang usai berjibaku bertahun-tahun menjadi Petani Kopi ini bersyukur mendapat buah manis dari keuletannya. “Kami menekuni di komoditas Kopi. Dengan omset kurang lebih Rp 45 juta per bulan. Karena Kami mampu menjual kopi dalam bentuk roast bean (kopi goreng) dan bubuk yang dikemas kekinian terjual di Malang Raya, Lumajang,, Surabaya. Serta, sebagian ke Kalimantan yang dipasarkan melalui online atau offline. Karena itu Kita terpilih sebagai trainer serta mentor di program YESS di Kementerian Pertanian RI,” terangnya.

Untuk diketahui Pelatihan Motivasi Bisnis bagi Pemula ini merupakan kegiatan Kementrian Pertanian RI bersinergi dengan Polbangtan Malang, yang dibiayai oleh IFAD yakni Lembaga Pertanian Dunia diadakan di (BDSP) Business Develotment Service Providers Kecamatan Dampit.

Adapun serangkaian kegiatan dalam pelatihan meliputi pelatihan motivasi bisnis bagi pemula, manajemen bisnis serta literasi keuangan yang diharapkan bisa merubah pola pikir dan karakter wirausahawan muda di Kabupaten Malang.

“Tujuan pelatihan adalah menumbuhkan wirausahawan muda di bidang pertanian khusunya Kabupaten Malang. Sementara untuk sasaran yakni pemuda milenial umur 17 – 39 tahun, jumlah total ada 33.800 petani muda. Diharapkan penghasilan bisa meningkat berkat dukungan program YESS,” tukasnya.

Untuk Kabupaten Malang yang digarap berupa komoditas unggulan Kopi, Kakao, tanaman hortikultura, tanaman hias dan UMKM.

Lokasi kegiatan pelatihan YESS untuk Jatim yaitu diadakan di Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Pacitan, digelar sejak awal tahun 2019 – 2025.

Berbagai kegiatan diantaranya: peningkatan kapasitas pemuda melalui pelatihan, pengembangan wirausahawan muda pedesaan, akses permodalan melalui dana hibah kompetitif, dan membangun lingkungan usaha muda yang kondusif.

Untuk Panitia kegiatan BDSP Dampit melibatkan fasilitator muda : Supriono dan Alam dengan menjaring peserta dari 12 desa di kecamatan untuk mengikuti pelatihan di program Yess ini.

“Yang Kami mentori adalah wilayah Malang 2. Seperti: Kecamatan Dampit, Sumawe, Pagedangan Turen, Tirtoyudo, Ampelgading serta Sumberpucung,” urainya.

“Harapannya pemuda-pemudi milenial mampu menjadi pemuda pedesaan yang handal, mendapatkan mata pencarian yang siap bersaing di sektor pertanian,” pungkasnya. (had)