BACAMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menegaskan komitmennya untuk merealisasikan 54 usulan yang disampaikan para kepala desa se-Kota Batu. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Forum APEL yang digelar di Warung Kelingan, Desa Ngandat, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (30/7/2026).
Rakor perdana ini mempertemukan secara langsung Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat, para kepala desa, lurah, camat, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batu.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan, forum tersebut sengaja digelar untuk menindaklanjuti berbagai usulan hasil Musrenbang desa yang selama beberapa tahun belum terealisasi.
“Hari ini kita membahas usulan-usulan yang sempat tertunda. Biasanya kami rutin menggelar koordinasi atau njagong bersama kepala desa se-Kota Batu. Dari pertemuan itu muncul berbagai usulan yang perlu segera ditindaklanjuti,” ujarnya kepada awak media.
Heli menjelaskan, mayoritas usulan berkaitan dengan persoalan sosial, seperti penanganan sampah, pengelolaan limbah, hingga penataan area pemakaman.
“Untuk persoalan makam, pemerintah akan mencari solusi agar tidak mengganggu masyarakat di sekitarnya. Bisa melalui relokasi atau solusi lain yang terbaik,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkot Batu siap mengakomodasi perubahan anggaran untuk mendukung usulan dari pemerintah desa, selama setiap program telah memiliki perencanaan yang matang.
“Yang terpenting usulan tersebut sudah direncanakan dengan jelas. Ke depan kita terus berkoordinasi dan berkolaborasi agar visi kepala daerah dan pemerintah desa dapat berjalan seiring. Insyaallah tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan jika kita rutin bertemu dan mencari solusi bersama,” tuturnya.

Kades Junrejo, Andi Faisal Hasan saat diwawancarai awak media usai Rakor. (Yan)
Usulan Desa Meningkat Setelah Pokir Ditiadakan
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Junrejo Andi Faizal Hasan mengungkapkan bahwa jumlah usulan dari desa meningkat pada tahun ini. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh ditiadakannya skema dana pokok pikiran (Pokir) DPRD sehingga desa memiliki ruang lebih besar untuk mengusulkan program melalui Musrenbang hingga tingkat kota.
“Dulu masih ada peran Pokir. Tahun ini sudah tidak ada, sehingga peran desa menjadi lebih maksimal. Usulan Musrenbang dari desa bisa langsung dibawa hingga Musrenbang tingkat kota, sehingga jumlah usulan dari setiap desa menjadi lebih banyak,” jelas Faizal.
Sebanyak 54 Usulan Dicatat Langsung
Faizal menyebut, seluruh aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut telah dicatat langsung oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda Kota Batu.
Sebanyak 54 usulan itu mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari pembangunan infrastruktur, persoalan sosial, hingga berbagai kebutuhan spesifik yang dihadapi masing-masing desa di Kota Batu.
Para kepala desa pun berharap forum seperti ini dapat menjadi agenda rutin setiap bulan. Menurut mereka, suasana diskusi yang lebih santai justru membuat berbagai persoalan di tingkat desa lebih mudah disampaikan dan segera ditindaklanjuti.
“Kami berharap forum seperti ini terus berlanjut. Pemerintah kota bisa turun langsung ke desa, mendengar aspirasi masyarakat melalui kepala desa, kemudian ada tindak lanjut yang nyata. Pertemuan seperti ini tidak harus formal karena diskusi yang santai justru lebih efektif,” pungkasnya.»
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































