BACAMALANG.COM – Bolen dikenal sebagai salah satu kudapan pastry khas Indonesia dengan tekstur renyah di bagian luar dan lembut di dalam. Umumnya, kue ini berisi pisang yang dipadukan dengan keju atau cokelat, kemudian dibalut lapisan adonan pastry yang berlapis-lapis.
Berangkat dari produk yang sudah akrab di masyarakat tersebut, Fairuziba Bolen Malang menghadirkan inovasi dengan memanfaatkan kekayaan hasil pertanian lokal. Tak hanya menggunakan pisang sebagai isian, UMKM milik Ismiati ini juga mengembangkan bolen dengan isian apel khas Malang yang kini menjadi salah satu produk favorit konsumennya.
“Alhamdulillah, ternyata respons pasar sangat baik. Banyak yang menyukai bolen rasa apel produksi Fairuziba Bolen Malang,” ujar Ismiati saat ditemui BacaMalang.com di Malang City Expo 2026, yang merupakan bagian dari rangkaian Festival UMKM Kota Kreatif UNESCO 2026, Jumat (24/7/2026).
Usaha rumahan yang dirintis di kawasan Blimbing, Kota Malang sejak 2018 tersebut terus berkembang dengan mengedepankan kualitas rasa. Menurutnya, bolen tetap diminati karena mampu memadukan sensasi manis, gurih, dan legit dengan kulit pastry yang renyah serta isian yang lembut.
Di balik setiap produk yang dihasilkan, Fairuziba Bolen juga ikut menggerakkan sektor pertanian lokal. Kebutuhan pisang dipasok langsung oleh petani dari Dampit, Kabupaten Malang, sementara apel diperoleh dari petani di Kota Batu.
“Kebetulan kami sudah memiliki pemasok pisang dari Dampit. Sedangkan untuk apel, kami bekerja sama dengan petani di Kota Batu. Jadi secara tidak langsung kami juga ikut mengangkat hasil panen para petani lokal,” ungkap wanita yang biasa disapa Ismi ini.

Pertamina memboyong dua mitra binaan unggulan asal Kota Malang, yaitu Fairuziba Bolen Malang dan Hataraya Food di Malang City Expo 2026, yang merupakan bagian dari rangkaian Festival UMKM Kota Kreatif UNESCO 2026, Jumat (24/7/2026). (Nedi Putra AW)
Sebagai produsen makanan, Fairuziba Bolen berkomitmen menjaga kualitas produk, salah satunya dengan menggunakan butter premium asal Belanda. Konsistensi tersebut mengantarkan usahanya lolos sebagai UMKM binaan Pertamina pada 2024.
“Banyak manfaat yang saya rasakan, mulai dari pendampingan usaha, pembelajaran branding produk, kesempatan mengikuti berbagai pameran, hingga evaluasi penjualan yang sangat membantu untuk pengembangan usaha ke depan,” ujar ibu satu anak tersebut.
Ismi optimistis dukungan Pertamina akan semakin memperluas pasar produknya. Keikutsertaan di Malang City Expo 2026 bahkan menjadi kali keempat Fairuziba Bolen Malang berpartisipasi dalam ajang pameran UMKM.
Fairuziba Bolen menghadirkan beragam varian rasa, mulai dari Bolen Apel Malang, Pisang Cokelat, Pisang Keju, Pisang Cokelat Keju, Stik Cokelat, hingga Stik Keju. Selain itu tersedia pula pilihan produk lain seperti Pie Brownies, Fruits Pie, Almond Brownies, Banana Almond, Cheese Stick, dan Garlic Oregano Cheese.
“Saya berharap ke depan bisa mengikuti lebih banyak pameran, terutama yang diselenggarakan di luar Kota Malang agar produk kami semakin dikenal masyarakat luas,” tandasnya.
Selain Fairuziba Bolen Malang, Pertamina juga menghadirkan mitra binaan unggulan lainnya dari Kota Malang, yakni produsen keripik dan camilan Hataraya Food, dalam ajang Malang City Expo 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa dukungan ini adalah komitmen penuh dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menembus pasar yang lebih luas.
“Perluasan akses pasar adalah kunci utama dalam pemberdayaan UMKM, karena keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga keterbukaan akses promosi dan pasar. Kami terus membawa mitra binaan ke berbagai pameran strategis, seperti di Malang City Expo 2026 ini agar mereka bisa memperluas jejaring bisnis dan tumbuh berkelanjutan,” ujar Ahad.
Sementara Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Fiter Beresman Simanjorang, menilai festival berskala UNESCO ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
“Kami ingin mendorong pelaku UMKM agar semakin dikenal, memiliki akses pasar yang lebih luas, serta mampu membangun kemitraan yang berkelanjutan demi meningkatkan daya saing mereka,” ungkap Fiter.
Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menambahkan bahwa Malang City Expo berfungsi sebagai etalase produk lokal sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































