Omzet Tergerus Toko Baru, Pengusaha Aki Ini Bertahan dengan Layanan Antar - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 18 Jul 2026 11:38 WIB ·

Omzet Tergerus Toko Baru, Pengusaha Aki Ini Bertahan dengan Layanan Antar


 Bhoesrozie, pemilik usaha aki yang berlokasi di selatan Stasiun KA Kepanjen. (Hadi Triswanto) Perbesar

Bhoesrozie, pemilik usaha aki yang berlokasi di selatan Stasiun KA Kepanjen. (Hadi Triswanto)

BACAMALANG.COM – Bisnis penjualan aki di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang, tengah menghadapi persaingan yang semakin ketat. Munculnya sejumlah toko baru serta maraknya penjualan melalui platform daring membuat pelaku usaha yang lebih dulu beroperasi harus berjuang mempertahankan pasar.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Bhoesrozie, pemilik toko aki yang berada di kawasan selatan Stasiun Kereta Api Kepanjen. Ia mengaku omzet penjualannya merosot hingga 60 persen dibandingkan sebelumnya.

“Penjualan turun sekitar 60 persen. Sekarang di Kepanjen ada empat toko aki baru, sementara toko lama ada tiga. Belum lagi penjualan melalui online juga semakin banyak,” ujar Bhoesrozie kepada Bacamalang.com, Senin (6/7/2026).

Meski demikian, Bhoesrozie yang juga personel Nababa Band menilai prospek bisnis aki masih sangat menjanjikan. Tingginya kebutuhan masyarakat mendorongnya membuka cabang baru di Sumbermanjing Wetan untuk memperluas jangkauan layanan.

“Permintaan sebenarnya tinggi. Peluangnya masih besar, karena kebutuhan aki selalu ada. Itu yang membuat saya berani melakukan ekspansi,” katanya.

Mantan pegawai Kecamatan Kromengan itu memulai usaha sejak Februari 2018. Pada awal merintis, ia mengandalkan promosi dari mulut ke mulut melalui jaringan pertemanan. Kini, ia melengkapi usahanya dengan layanan antar sekaligus pemasangan aki langsung di lokasi pelanggan oleh teknisi berpengalaman.

Menurutnya, layanan tersebut menjadi nilai tambah karena memberikan kemudahan bagi konsumen yang tidak perlu datang ke toko.

Bhoesrozie menyebut merek aki Incoe dan GS masih menjadi pilihan utama pelanggan. Dengan usia pakai rata-rata sekitar dua tahun, harga aki saat ini mengalami kenaikan sekitar lima persen dibandingkan sebelumnya.

“Pembelian dalam jumlah besar jarang. Mayoritas pembeli datang untuk kebutuhan motor maupun mobil. Permintaannya bergantian, tetapi setiap hari tetap ada,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut membuat permintaan aki relatif stabil dan berpotensi terus tumbuh seiring bertambahnya populasi kendaraan.

Namun, peluang tersebut juga dibarengi berbagai tantangan. Selain persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku usaha harus menghadapi kenaikan harga bahan baku, minimnya edukasi masyarakat mengenai perawatan aki, hingga gempuran produk impor dengan harga lebih murah.

Untuk mempertahankan usahanya, Bhoesrozie memilih fokus meningkatkan kualitas layanan serta menjaga loyalitas pelanggan lama.

Ia berharap pemerintah dan pelaku industri dapat memberikan dukungan melalui edukasi mengenai pentingnya perawatan aki secara berkala, sekaligus mendorong pengembangan teknologi aki buatan dalam negeri agar mampu bersaing dari sisi kualitas dan daya tahan.

“Kalau masyarakat semakin paham cara merawat aki dan produk lokal kualitasnya semakin baik, saya yakin bisnis ini bisa berkembang dalam jangka panjang,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap kondisi ekonomi segera membaik sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat.

“Harapannya perekonomian membaik, daya beli masyarakat naik lagi. Kalau kondisi ekonomi bagus, kebutuhan mengganti aki juga akan kembali normal,” pungkasnya.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Fraud Hingga Pinjol Ilegal Masih Mengintai, OJK Malang Tangani 1.691 Aduan Konsumen

17 Juli 2026 - 10:42 WIB

Wamenko Pangan Cari Formula Swasembada Susu, KOP SAE Pujon Jadi Percontohan

17 Juli 2026 - 09:06 WIB

BPRS Arsa Sejahtera UMM Sukses Kelola Aset Rp82 Miliar

16 Juli 2026 - 13:07 WIB

Pasar Sore Kepanjen Jadi Magnet Warga, Belanja Murah Sambil Dongkrak Ekonomi Lokal

16 Juli 2026 - 06:32 WIB

Cuaca Dingin dan Diskon Besar Dongkrak Penjualan Jaket serta Tas di Kepanjen Selama Libur Sekolah

13 Juli 2026 - 16:51 WIB

Wamen PPPA RI Bahas Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Ngantang

13 Juli 2026 - 14:04 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !