BACAMALANG.COM – Aksi unjuk rasa ratusan warga dari Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar di depan Kantor Perum Jasa Tirta (PJT) I Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Sabtu (1/8/2026), berlangsung memanas. Massa yang menolak pembatasan akses Bendungan Lahor akhirnya membuka paksa portal kendaraan roda 4 hingga pihak PJT I memutuskan membuka kembali jalur tersebut.
Warga memprotes kebijakan PJT I yang hanya mengizinkan kendaraan roda dua melintas di Bendungan Lahor mulai pukul 09.00 WIB. Mereka mendesak agar akses bendungan kembali dibuka secara gratis bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bendungan Lahor selama ini menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Keberadaan jalur tersebut memangkas jarak tempuh sekitar enam kilometer dan menjadi akses vital bagi aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB awalnya berlangsung damai dengan penyampaian orasi. Namun situasi berubah memanas setelah massa merasa kecewa karena tidak ada direksi maupun pejabat PJT I yang menemui mereka. Demonstran kemudian membakar ban di depan kantor dan sempat terlibat adu mulut serta saling dorong dengan petugas pengamanan.
Koordinator aksi, Hadi Wiyono, mengatakan masyarakat telah beberapa kali mengikuti proses mediasi, namun belum menghasilkan solusi yang diharapkan. Ia menegaskan warga hanya menginginkan akses Bendungan Lahor kembali dibuka.
“Kami ingin Bendungan Lahor ini dibuka untuk masyarakat dan gratis. Tadi kita disuruh nunggu 15 menit, setelah itu diceramahi, kita tidak butuh ceramah, kita butuh jalan,” ujar Hadi.
Karena tak kunjung mendapat kepastian, massa akhirnya membuka paksa portal pembatas yang menutup akses kendaraan roda empat di Bendungan Lahor.
Dalam pengamanan aksi tersebut, Polres Malang mengerahkan 320 personel gabungan dari Polres Malang, Kodim 0818, Brimob, Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, serta satuan pengamanan PJT I. Apel pengamanan dipimpin Kabag Ops Polres Malang Kompol Aryanto Agus Subekti dengan mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif agar aksi tetap berlangsung aman.
Setelah hampir tiga jam menunggu, perwakilan PJT I menyampaikan bahwa jajaran direksi sedang dalam perjalanan dan akan menemui massa sekitar pukul 13.15 WIB.
Di tengah tekanan dari warga, manajemen PJT I akhirnya melonggarkan kebijakan penutupan akses. Humas PJT I, Ivania, mengumumkan Bendungan Lahor kembali dibuka untuk kendaraan roda dua dan roda empat dengan jam operasional terbatas, yakni mulai pukul 04.00 hingga 22.00 WIB.
“Hasil dari dialog dengan masyarakat, manajemen memutuskan untuk memberi kelonggaran bisa dibuka mulai jam 4 pagi sampai 10 malam,” kata Ivania.
Menurutnya, perubahan kebijakan dilakukan dengan mempertimbangkan tingginya aktivitas masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut. Meski demikian, akses kendaraan roda empat tetap akan ditutup mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB demi menjaga keamanan bendungan.
Ivania menegaskan, kebijakan tersebut bersifat sementara. Setelah jalur alternatif yang disiapkan pemerintah dinilai layak digunakan, akses kendaraan roda empat melalui Bendungan Lahor akan kembali ditutup.
Hingga berita ini ditulis, situasi di kawasan Bendungan Lahor telah kembali kondusif dan arus lalu lintas di jalur tersebut kembali normal.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































