BACAMALANG.COM – Pengurus Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (PAKASA) Malang Raya periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Pendopo Kabupaten Malang. Pengukuhan ini menjadi tonggak baru bagi organisasi untuk semakin memperkuat pelestarian budaya Jawa sekaligus meneguhkan perannya dalam menjaga jati diri bangsa dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua PAKASA Malang Raya periode 2020–2025, Kanjeng M. Nuh, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kepengurusan sebelumnya dalam mengembangkan serta melestarikan budaya Jawa di wilayah Malang Raya.
Ia menjelaskan, PAKASA merupakan organisasi yang berdiri sejak 29 November 1931, jauh sebelum Indonesia merdeka. Sejak awal berdiri, organisasi ini memiliki komitmen menjaga, merawat, dan mengembangkan nilai-nilai budaya Keraton Surakarta Hadiningrat agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Kepercayaan yang diberikan kepada kami menjadi motivasi untuk terus nguri-uri budaya Jawa. Budaya merupakan warisan luhur yang harus dijaga bersama sebagai identitas bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PAKASA Pusat, Dr. K.P.H. Edy Wirabhumi, S.H., M.M., menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi penting dalam membangun karakter bangsa. Menurutnya, hadirnya Kementerian Kebudayaan menunjukkan semakin besarnya perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya nasional.
Ia menekankan bahwa budaya bukan hanya milik keraton, melainkan milik seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, setiap elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan budaya di daerah masing-masing.
“Kebudayaan tidak hanya dimaknai sebagai seni. Cara berpakaian, bertutur kata, makan, hingga berinteraksi dengan sesama merupakan bagian dari kebudayaan yang harus diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.
Edy juga mengajak generasi muda agar tetap mencintai budaya bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan, mendokumentasikan, dan mengembangkan budaya, bukan justru menjauhkan masyarakat dari akar budayanya.
Ia menambahkan, Malang memiliki sejarah peradaban yang panjang dan menjadi salah satu wilayah penting dalam perkembangan budaya Mataram di Jawa Timur. Karena itu, masyarakat Malang diharapkan semakin percaya diri dalam melestarikan serta mengembangkan warisan budaya daerah.
Ketua PAKASA Malang Raya periode 2026–2031, K.R.A. Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.H., mengatakan kepengurusan baru akan segera menyusun program kerja melalui rapat kerja organisasi.
Program prioritas yang akan dijalankan meliputi penguatan organisasi secara internal, perluasan kerja sama dengan berbagai lembaga, serta membangun sinergi bersama komunitas dan pegiat budaya di Malang Raya.
“Kami akan memperkuat organisasi dari dalam, memperluas jejaring kelembagaan, menjalin silaturahmi dengan berbagai paguyuban budaya, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya Jawa di Malang Raya,” ujarnya.
Menurut Dwi Indrotito, PAKASA merupakan wadah bagi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Keraton Surakarta Hadiningrat. Organisasi ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, profesi, maupun daerah asal.
Ia menjelaskan, pemberian gelar kehormatan atau kekancingan dari Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi masyarakat agar terus berperan aktif dalam nguri-uri budaya Jawa.
Saat ini, PAKASA Malang Raya memiliki sekitar 680 anggota. Ke depan, organisasi tersebut berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat untuk menjaga serta mengembangkan budaya Jawa sebagai warisan bangsa yang harus terus dilestarikan.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































