BACAMALANG.COM – Memasuki musim kemarau, Polres Malang memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Patroli dan pemetaan kawasan rawan kebakaran dilakukan untuk mendeteksi potensi munculnya titik api sejak dini.
Salah satu wilayah yang menjadi sasaran patroli yakni kawasan hutan dan lahan BKPH Sengguruh, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Polsek Bantur, Pemerintah Kecamatan Bantur serta sejumlah unsur terkait. Patroli dipimpin Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Syafiudin, SH, MH, bersama Camat Bantur Bayu Jatmiko.
Petugas menyisir kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan permukiman dan lahan pertanian warga di Desa Srigonco, Sumberbening, dan Bandungrejo. Selain memantau kondisi kawasan, patroli juga dilakukan untuk memetakan titik-titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan kebakaran.
Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Syafiudin mengatakan, pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan patroli aparat. Peran masyarakat dan kelompok lokal juga dinilai penting dalam mendeteksi serta mencegah kebakaran sejak awal.
“Kami memantau kondisi vegetasi yang mulai mengering akibat musim kemarau dan memasang sejumlah banner peringatan di titik-titik rawan kebakaran,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, banner tersebut memuat imbauan pencegahan karhutla sekaligus informasi mengenai sanksi hukum bagi masyarakat yang melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar memiliki risiko besar terhadap lingkungan dan dapat berujung pada proses hukum, baik dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.
Dalam patroli tersebut, petugas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi serasah daun, ranting dan vegetasi yang mengering. Aktivitas masyarakat di sekitar kawasan perbatasan hutan turut menjadi perhatian sebagai bagian dari upaya deteksi dini.
Polres Malang mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Deteksi dini dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas. Karena itu, kami mengajak seluruh warga bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lahan dari ancaman karhutla,” pungkasnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































