UB Perkuat Green Campus melalui Smart Green Campus dan Zero Waste Management - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 12 Sep 2026 08:16 WIB ·

UB Perkuat Green Campus melalui Smart Green Campus dan Zero Waste Management


 Dua Duta Kampus Lestari Universitas Brawijaya (UB), membimbing para mahasiswa baru mencoba Reverse Vending Machine (RVM), mesin pengumpul botol plastik yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) di Booth UB Green Campus, dalam rangkaian Open House dan puncak penutupan Raja Brawijaya, belum lama ini. (Nedi Putra AW) Perbesar

Dua Duta Kampus Lestari Universitas Brawijaya (UB), membimbing para mahasiswa baru mencoba Reverse Vending Machine (RVM), mesin pengumpul botol plastik yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) di Booth UB Green Campus, dalam rangkaian Open House dan puncak penutupan Raja Brawijaya, belum lama ini. (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kampus berkelanjutan melalui pengembangan program Green Campus. Program tersebut diharapkan tidak hanya berdampak bagi lingkungan di dalam kampus, tetapi juga menjadi contoh dan role model bagi perguruan tinggi lainnya.

Kepala UPT UB Green Campus Prof. Sri Suhartini, S.T.P., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert., IPM. menuturkan, keberadaan UPT Green Campus yang dibentuk sejak awal 2025 menjadi salah satu motor penggerak dalam meningkatkan peran UB terhadap pelestarian lingkungan.

Menurutnya, UB memiliki potensi besar untuk menjadi role model pengembangan kampus hijau. Berbagai program yang dijalankan diarahkan untuk membangun budaya berkelanjutan di kalangan sivitas akademika sekaligus memberikan dampak nyata terhadap lingkungan di sekitar kampus.

“Green Campus dapat memberikan contoh bagi kampus lain sehingga menjadi prototipe yang baik. UPT Green Campus sejak dibentuk pada awal 2025 menjadi motor penggerak untuk meningkatkan peran UB dalam pelestarian lingkungan,” ujarnya, Jumat (11/9/2026) di lobby rektorat UB.

Kepala UPT UB Green Campus Prof. Sri Suhartini, S.T.P., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert., IPM. saat paparan di lobby rektorat UB, Jumat (11/9/2026). (Nedi Putra AW).

Dalam pengembangannya, imbuh dosen yang bisa disapa Prof. Neneng ini, terdapat dua program prioritas yang menjadi fokus utama, yakni Smart Green Campus dan Zero Waste Management.

Melalui program Smart Green Campus, UB mendorong keterlibatan unit-unit kerja dalam melakukan efisiensi penggunaan energi, air, pengurangan emisi udara, hingga penguatan biodiversitas. Kampanye lingkungan juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika.

Kontribusi unit-unit di lingkungan UB dalam program tersebut dinilai cukup signifikan. Dari sekitar 20 unit fakultas, tiga di antaranya telah berhasil meraih penghargaan dalam program Green Campus.

Prof. Neneng memaparkan, sejumlah inovasi juga mulai diterapkan. Fakultas Teknologi Pertanian, yang kini menjadi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) misalnya, mengembangkan sistem rainwater harvesting atau pemanenan air hujan. Selain itu, tersedia free water filling station untuk mendorong pengurangan penggunaan botol plastik sekali pakai , khusunya kampanye tumbler untuk wadah air minum.

Penggunaan panel surya di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) juga menjadi salah satu langkah UB dalam mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.

“Hal ini penting sebagai wujud komitmen UB terhadap lingkungan dan sustainability. Program ini akan terus berjalan, diawali dengan membangun budaya pemilahan sampah di kalangan mahasiswa,” jelas profesor di bidang bioenergi dan pengelolaan lingkungan ini.

Salah kegiatan Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTeM) saat Car Free Day di kampus UB. (ist)

Untuk memperkuat keterlibatan generasi Z, UB juga mengembangkan program Duta Kampus Lestari. Program tersebut menjadi salah satu strategi untuk mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam kampanye dan gerakan lingkungan di lingkungan kampus.

Upaya pengurangan emisi juga dilakukan melalui program Car Free Day di lingkungan UB. Kebijakan tersebut dinilai memberikan dampak positif mengingat aktivitas kendaraan di kawasan kampus sehari-hari cukup padat.

Selain Smart Green Campus, UB juga mengembangkan program Zero Waste Management dengan pendekatan ekonomi sirkular. Tahun ini, UB mulai menyusun blueprint pengelolaan berbagai jenis limbah, mulai dari limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), limbah organik dan anorganik, pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga electronic waste (e-waste).

Konsep yang dikembangkan tidak berhenti pada pengurangan dan pengelolaan limbah. UB juga mendorong agar limbah yang dihasilkan dapat dikonversi menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

“Hingga saat ini, telah dikembangkan sekitar 11 produk hasil pengolahan atau pemanfaatan limbah. Pengembangan tersebut dilakukan dengan melibatkan sivitas akademika, industri dan komunitas sebagai mitra,” jelas guru besar Teknologi Pertanian dengan fokus riset pada pengolahan limbah, teknologi biogas, dan anaerobic digestion ini.

Program ini, lanjutnya, juga menggandeng iLitterless Indonesia untuk menghadirkan Reverse Vending Machine (RVM), mesin pengumpul botol plastik yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) dan sistem reward bagi siviitas akamedika dan masyarakat yang menyetorkan sampah.

Prof. Neneng menegaskan, bahwa program Green Campus juga diarahkan menjadi living laboratory. Fasilitas dan berbagai sistem pengelolaan lingkungan yang ada di kampus dapat dimanfaatkan mahasiswa dan dosen sebagai ruang pembelajaran sekaligus penelitian.

Terpisah, Education and Outreach Officer iLitterless Indonesia, Nina Amelia, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap persoalan sampah plastik.

Menurutnya, pengadaan RVM menjadi kolaborasi pertama yang menghadirkan sistem pengelolaan sampah secara lebih menyeluruh di lingkungan kampus.

“Kolaborasi ini penitn, karena kami tidak hanya menyediakan mesin, tetapi juga mendukung keseluruhan ekosistem RVM, mulai dari kampanye, edukasi, pengambilan sampah, hingga proses pengelolaan dan daur ulang,” tandasnya.

Dengan pendekatan tersebut, Green Campus UB tidak hanya menjadi program pengelolaan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan, riset, inovasi, serta pembentukan budaya berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

FSTeM UB Perkuat Internasionalisasi AI melalui Kolaborasi dengan UPM, Universitas Top 200 Dunia

12 September 2026 - 08:36 WIB

Jurnalis Malang Raya Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang Kontak di Anak Krakatau

11 September 2026 - 21:53 WIB

Diduga Ada Dua SHM dengan Objek Serupa, Kuasa Hukum Tergugat Soroti Keterangan Saksi BPN dan Pemkot Malang

11 September 2026 - 20:08 WIB

Bensin Eceran 2 Liter Dicuri, Aksi Terduga Pelaku Terekam CCTV di Tajinan

11 September 2026 - 18:44 WIB

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Berganti, Kompol Adi Diminta Lanjutkan Pengungkapan Kasus

11 September 2026 - 09:04 WIB

Lahan Tebu 5 Hektare di Pakisaji Terbakar, Satu Orang Tewas Saat Berusaha Hentikan Api

11 September 2026 - 07:11 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !