BACAMALANG.COM – Menjelang 28 tahun perjalanan di industri musik Indonesia, Element kembali menyapa pendengar lewat karya terbaru. Band yang telah melewati berbagai fase perjalanan musik Tanah Air itu merilis single berjudul “Asa yang Sirna” pada September 2026.
Single tersebut menjadi karya perdana Element setelah kepergian Lucky Widja. Kehadiran lagu ini sekaligus menandai babak baru bagi Element, yang memilih terus melangkah tanpa terjebak pada kejayaan masa lalu.
Bagi Element, “Asa yang Sirna” bukan sekadar upaya membangkitkan nostalgia. Lagu ini justru menjadi penegasan bahwa perjalanan hampir tiga dekade merupakan modal untuk terus berkembang dan membaca perubahan zaman.
Perubahan karakter pendengar, perkembangan industri musik, hingga hadirnya berbagai warna baru dalam musik menjadi bagian dari dinamika yang ingin diikuti Element.
“Kami nggak ingin hanya hidup dari nostalgia. Apa yang sudah kami capai di masa lalu adalah bagian dari perjalanan, tapi kami juga harus terus bergerak. Musik berubah, zaman berubah, dan kami ingin ikut berkembang tanpa kehilangan karakter Element,” ujar Didi Riyadi, drummer Element.
Menurut Element, kedewasaan bermusik tidak semata-mata diukur dari panjangnya perjalanan sebuah band. Lebih dari itu, pengalaman menjadi bekal untuk beradaptasi, bertransformasi, sekaligus mempertahankan identitas yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Jika kita melihat perjalanan hampir 28 tahun ini, tentu banyak hal yang sudah berubah. Tetapi justru dari pengalaman itulah kami belajar untuk terus berkembang,” demikian semangat yang dibawa Element dalam karya terbarunya.
“Asa yang Sirna” merupakan lagu ciptaan Ferdy Tahier. Karya tersebut dikemas sebagai representasi perjalanan baru Element—melangkah ke depan dengan membawa pengalaman, karakter, dan proses panjang yang telah membentuk band tersebut selama hampir tiga dekade.
Dengan single ini, Element ingin menunjukkan bahwa usia panjang bukan alasan untuk berhenti bereksplorasi. Sebaliknya, perjalanan panjang menjadi pijakan untuk menghadirkan karya-karya baru yang tetap memiliki identitas Element, namun mampu beradaptasi dengan zaman.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































