BACAMALANG.COM – Even Sepakbola Usia Dini Pastra Cup U-10 yang digelar di Stadion Karya Bakti Pakisaji, Kabupaten Malang, belum lama ini, menjadi bukti pentingnya pencarian bibit muda sejak usia dini. Sebanyak 20 tim kategori U-10 dan U-11 ambil bagian dalam turnamen yang diselenggarakan oleh Sekolah Sepak Bola SSB Pastra FC Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur tersebut.
Ketua Panitia Cak To AMS menjelaskan turnamen ini memiliki tiga tujuan utama, yakni memberikan wadah bagi pemain usia dini untuk berkompetisi, menjaring pemain usia muda yang punya talenta sepakbola, serta menjadi ajang silaturahmi bagi pelatih dan pemain.
Dari sisi rangkaian kegiatan, peserta dibagi menjadi 4 grup, tiap grup berisi 5 tim dengan format setengah kompetisi. Juara dan runner up masing-masing grup maju ke babak 8 besar dengan sistem gugur sampai final.
Berikut susunan juara Pastra Cup U-10:
U-10
Juara 1: Masel
Juara 2: Jaguar Indonesia
Juara 3: Sinarmas
Juara 4: Galaxy
U-11
Juara 1: Argon
Juara 2: Persheba
Juara 3: Jaguar Indonesia
Juara 4: Galaxy
“Semoga dengan kegiatan ini akan muncul bibit-bibit pemain sepak bola yang potensial yang nantinya bisa menjadi pemain yang profesional dan membela Timnas,” ujar Cak To AMS kepada bacamalang, Kamis (1/10/2026).
Pastra Cup U-10 merupakan turnamen khusus Kelompok Umur di bawah 10 tahun yang berfungsi sebagai wadah pembinaan untuk menjaring dan mengasah potensi bibit muda berbakat di bidang sepakbola sejak usia sekolah. Tuan rumah dan lokasi kegiatan adalah SSB Pastra Pakisaji. Latihan rutin dan agenda pertandingan kandang mereka memang dipusatkan di Lapangan Karya Bakti Pakisaji, Kabupaten Malang.
Dari sisi keaktifan kompetisi, selain menggelar turnamen lokal seperti Pastra Cup, kelompok usia dini dari SSB Pastra juga aktif mengikuti berbagai kompetisi eksternal regional seperti Jaguar Cup guna menambah jam terbang dan pengalaman bertanding anak-anak.
Di balik rangkaian pertandingan, Pastra Cup menegaskan urgensi pembinaan usia dini sebagai fondasi sepakbola prestasi. Kabupaten Malang dikenal memiliki potensi besar pemain muda. Hampir setiap kecamatan memiliki Sekolah Sepakbola dan klub internal yang aktif berlatih, dengan antusiasme orang tua yang tinggi mengantar anak ke lapangan. Dari lapangan-lapangan desa inilah bakat-bakat potensial lahir, tinggal bagaimana wadah kompetisi yang berjenjang tersedia secara rutin.
Manfaat pembinaan usia dini tidak hanya soal prestasi. Dari sisi prestise, lahirnya pemain asal Malang yang menembus level profesional hingga Timnas akan mengangkat dan mengharumkan nama Malang. Dari sisi kesehatan, anak yang rutin berlatih sepakbola memiliki daya tahan tubuh, kekuatan motorik, koordinasi dan kelincahan yang lebih baik. Secara psikologis, mereka belajar disiplin, kerja sama, sportivitas, kepercayaan diri dan kemampuan mengelola emosi sejak dini.
Event seperti Pastra Cup diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi pihak lain untuk ikut berkolaborasi. Keterlibatan dunia usaha, pemerintah desa, perusahaan swasta, hingga stakeholder sepakbola akan membuat ekosistem pembinaan lebih hidup dan berkelanjutan, tidak hanya bertumpu pada swadaya SSB.
Tantangan yang dihadapi pembinaan usia dini di daerah masih cukup besar. Keterbatasan lapangan yang representatif, minimnya turnamen berjenjang sepanjang tahun, biaya operasional tim, hingga kebutuhan pelatih berlisensi menjadi kendala utama. Tidak sedikit SSB yang harus berbagi jadwal lapangan dengan kegiatan lain.
Solusinya dibutuhkan sinergi. Pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga bersama Askab PSSI Kabupaten Malang perlu memfasilitasi kalender kompetisi usia dini yang rutin, peningkatan kualitas wasit dan pelatih muda, serta dukungan sarana prasarana di Stadion Karya Bakti dan lapangan desa. Kolaborasi dengan sponsor lokal juga penting agar turnamen usia dini tidak bersifat insidental, melainkan menjadi agenda pembinaan jangka panjang.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































