BACAMALANG.COM – Suasana Klenteng Eng An Kiong Malang semakin semarak dengan digelarnya Mooncake Festival 2026. Berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026, kegiatan ini memadukan seni, budaya, olahraga, kompetisi, hingga bazar yang terbuka untuk masyarakat.
Ketua Yayasan Eng An Kiong, Rudi Phan, mengatakan rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (25/9/2026) dengan sembahyang bersama. Acara kemudian dilanjutkan pembukaan yang dimeriahkan penampilan Belcanto Band serta sambutan Ketua Panitia Mooncake Festival Klenteng Eng An Kiong Malang, Daryono.
Sejumlah agenda turut diperkenalkan dalam pembukaan tersebut. Di antaranya Wushu Open Championship, lomba storytelling, modern dance, dan lomba menyanyi. Beragam pertunjukan seni dan budaya juga menjadi bagian dari festival, mulai dari barongsai, guzheng, erhu, koor, taiji, tari tradisional hingga Chinese dance.
Memasuki Sabtu (26/9/2026), festival dipenuhi berbagai perlombaan. Salah satunya lomba storytelling yang dibagi berdasarkan kelompok usia, mulai dari TK-A dan TK-B hingga siswa kelas 5 dan 6.
Tidak hanya berkompetisi, para peserta storytelling juga mendapat kesempatan mengikuti workshop membuat mooncake. Setelah seluruh perlombaan selesai, pemenang dari masing-masing kategori diumumkan dan menerima penghargaan dari perwakilan pengurus maupun mitra kegiatan.
Semarak festival berlanjut pada malam hari melalui lomba dance kategori SMA. Sebelum kompetisi dimulai, pengunjung terlebih dahulu disuguhi pertunjukan Chinese dance. Rangkaian malam itu kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dance dan pertunjukan barongsai.
Pada agenda berikutnya, lomba menyanyi digelar dengan pembagian kelompok usia, mulai 3–5 tahun, 6–8 tahun hingga 9–12 tahun. Kompetisi kemudian berlanjut dengan lomba dance kategori universitas yang ditutup dengan pengumuman para pemenang.
Berbagai pertunjukan seni dan budaya turut mewarnai keseluruhan rangkaian Mooncake Festival. Penampilan barongsai, Chinese dance, taiji, angklung, guzheng dan erhu hingga tari tradisional menjadi sajian yang memperkaya suasana festival.
Sementara itu, rangkaian kompetisi olahraga juga menjadi salah satu daya tarik utama. Panitia menjadwalkan pengumuman juara Wushu, termasuk kategori Nandu Battle serta juara umum Taolu dan Traditional.
Melalui kegiatan tersebut, Mooncake Festival Klenteng Eng An Kiong Malang menjadi ruang perjumpaan seni, budaya dan kreativitas. Festival ini tidak hanya menawarkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak-anak, pelajar, mahasiswa hingga peserta umum untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi mereka melalui berbagai kompetisi.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































