BACAMALANG.COM – Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Malang kembali memperkuat upaya peningkatan mutu layanan kesehatan jantung dan pembuluh darah melalui Malang Cardiovascular Update (MCVUpdate) 2026 Grand Mercure Malang Mirama, Sabtu (3/10/2026).
Mengusung tema “Precision, Practice & Partnership”, kegiatan ilmiah tahunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program PERKI Malang untuk membangun awareness, meningkatkan kualitas sekaligus standardisasi layanan kardiovaskular, serta memperkuat sistem jejaring rujukan di wilayah kerja PERKI Malang.
Ketua PERKI Cabang Malang, Prof. dr. M. Saifur Rohman, Sp.JP, Subsp. K.I.(K), Ph.D., menyampaikam, bahwa penguatan layanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari edukasi dan pencegahan hingga penanganan pasien setelah mendapatkan perawatan.
“Upaya-upaya yang kami lakukan mulai dari hulu sampai ke hilir, yaitu dari awareness, prevention, pre-hospital, hospital, hingga post-care,” ujar Saifur.
Menurutnya, PERKI Malang sebelumnya telah mengembangkan sejumlah program untuk memperkuat sistem pelayanan dan jejaring kardiovaskular. Salah satunya melalui aplikasi DETAK-C yang dikembangkan untuk membantu mendeteksi serangan jantung sekaligus mempermudah sistem rujukan menuju rumah sakit terdekat.
Saifur juga menyebut aplikasi tersebut telah mendapatkan rekor MURI dan dipublikasikan serta diaplikasikan dalam sistem digital berbasis Android.
Upaya lainnya dilakukan melalui peluncuran ambulans PERKI Malang dalam rangkaian peringatan World Heart Day (WHD). “Ambulans tersebut diarahkan menjadi role model dalam standardisasi ambulans kardiovaskular,” tegasnya.
MCVUpdate 2026 menjadi salah satu agenda besar PERKI Malang dalam membangun kesamaan pemahaman dan standar pelayanan kardiovaskular di berbagai lini layanan kesehatan.
Kegiatan yang dihadiri Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S dan Ketua Pengurus Pusat (PP) PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), PhD, tersebut dikemas melalui simposium dan workshop yang melibatkan dokter umum, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, serta perawat.
Sedikitnya 700 peserta mengikuti rangkaian MCVUpdate 2026 yang terdiri dari 17 simposium, sembilan workshop dan international scientific session.
“Melalui simposium dan workshop ini, kami ingin membangun awareness para dokter umum, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, serta perawat,” jelas Saifur.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat keseragaman standar klinis di setiap lini pelayanan. Dengan demikian, fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan dapat bekerja dalam sistem yang saling terhubung.
“Dengan begitu, setiap lini layanan, dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan, bekerja dengan standar klinis yang sama, demi terbangunnya sistem pelayanan kardiovaskular yang baik,” katanya.
Saifur menegaskan, penguatan layanan kardiovaskular tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi atau institusi saja. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan yang terintegrasi.
PERKI Malang selama ini menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari rumah sakit, pemerintah daerah kabupaten dan kota, dinas kesehatan hingga Pengurus Pusat PERKI.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem jejaring kardiovaskular sekaligus mendukung peningkatan mutu layanan di wilayah kerja PERKI Malang.
“Pada akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan ini bermuara pada satu tujuan: meningkatkan mutu layanan, mewujudkan standardisasi layanan kardiovaskular di wilayah kerja PERKI Malang, serta menurunkan angka mortalitas pasien penyakit jantung,” tandasnya.
Saifur menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat PERKI serta seluruh pihak yang selama ini mendukung berbagai program PERKI Malang.
Ia menegaskan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem pelayanan kardiovaskular yang lebih baik.
“Melayani dengan Hati, Berbakti untuk Negeri,” pungkasnya.
Seperempat abad perjalanan Malang Cardiovascular Update (MCVU) menjadi momentum bagi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Malang untuk terus memperkuat kompetensi tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan mutu layanan kardiovaskular di Malang Raya dan sekitarnya.
Memasuki penyelenggaraan ke-25, MCVU 2026 menghadirkan rangkaian agenda ilmiah selama tiga hari dengan melibatkan sekitar 700 peserta. Kegiatan ini tidak hanya diikuti dokter umum dan dokter spesialis dari berbagai disiplin ilmu, tetapi juga tenaga kesehatan lainnya, termasuk perawat.

Pembukaan Malang Cardiovascular Update (MCVUpdate) 2026 di Grand Mercure Malang Mirama, Sabtu (3/10/2026), juga dihadiri Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S. (Nedi Putra AW)
Ketua Panitia MCVU 2026, dr. Valerinna Yogibuana, S. P., Sp.JP, Subsp. K.Ped.P.J.B. (K) mengatakan, penyelenggaraan MCVU terus berkembang dengan menghadirkan berbagai inovasi di bidang kesehatan kardiovaskular.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi tenaga kesehatan untuk memperbarui pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan (skill) yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
“Tujuan utama MCVU adalah meng-update ilmu pengetahuan dan keterampilan para tenaga kesehatan sehingga dapat memberikan sumbangsih serta pelayanan medis yang lebih baik bagi pasien dan masyarakat, khususnya di wilayah Malang Raya dan sekitarnya,” ujar Valerina.
Ia menambahkan, selama tiga hari pelaksanaan, MCVU 2026 menyajikan agenda ilmiah yang dikemas melalui 17 simposium dan sembilan workshop interaktif. Selain agenda simposium dan workshop, MCVU ke-25 juga menghadirkan kompetisi ilmiah berupa penyajian case report atau laporan kasus menarik serta hasil penelitian terbaru di bidang kardiovaskular.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan perkembangan ilmu dan praktik pelayanan kesehatan, sekaligus mendorong tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kapasitas profesionalnya. Valerina juga menegaskan, MCVU tidak hanya berorientasi pada terapi atau tata laksana kuratif penyakit kardiovaskular.
Pendekatan preventif dan edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian dari perhatian PERKI Malang dalam memperkuat layanan kardiovaskular.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah peluncuran ambulans kardiovaskular khusus untuk wilayah Malang Raya. Kehadiran ambulans tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan kegawatdaruratan kardiovaskular kepada masyarakat.
Sebelumnya, Ketua PERKI Cabang Malang Prof. dr. M. Saifur Rohman, Sp.JP, Subsp. K.I.(K), Ph.D., menjelaskan bahwa penguatan layanan kardiovaskular dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari awareness, prevention, pre-hospital, hospital, hingga post-care.
PERKI Malang juga mengembangkan aplikasi DETAK-C untuk membantu mendeteksi serangan jantung sekaligus mendukung sistem rujukan menuju rumah sakit terdekat.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk membangun jejaring layanan kardiovaskular yang lebih terintegrasi, sekaligus meningkatkan standardisasi pelayanan di wilayah kerja PERKI Malang.
Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui MCVU diharapkan dapat memberikan dampak pada kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Valerina menyebut peningkatan kapasitas dokter dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan layanan kesehatan kardiovaskular secara menyeluruh.
Upaya tersebut juga sejalan dengan target peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan masyarakat yang lebih sehat sebagaimana disampaikan dalam konteks pelayanan BPJS Kesehatan.
Dengan perjalanan yang telah mencapai 25 tahun, MCVU tidak hanya menjadi agenda ilmiah tahunan, tetapi juga ruang kolaborasi dan pembaruan pengetahuan bagi tenaga kesehatan.
Melalui simposium, workshop, kompetisi ilmiah hingga penguatan layanan masyarakat, PERKI Malang mendorong agar perkembangan ilmu kardiovaskular dapat terus diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat Malang Raya dan sekitarnya.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































