BACAMALANG.COM- Para penerima beasiswa atau awardee dituntut tidak hanya mengandalkan prestasi akademik. Beasiswa yang diterima merupakan sebuah privilege yang juga diikuti dengan tanggung jawab untuk mengembangkan diri. Hal ini disampaikan Ardantya Syahreza, S.E., M.B.A. saat menjadi pemateri dalam Pembekalan Penerima Beasiswa Dana Abadi Semester Ganjil 2026 di Ruang Sidang Gedung Rektorat Lantai 8, Sabtu (3/10/2026).
Dalam pembekalan tersebut, Ardantya mengajak para awardee memahami bahwa selain mendapatkan manfaat dari program beasiswa, mereka juga memiliki tanggung jawab terhadap pengembangan kapasitas diri.
“Salah satunya melalui penguatan soft skill dan karakter. Capaian akademik yang tinggi perlu diimbangi dengan kemampuan leadership, bekerja sama, berkomunikasi, serta membangun relasi dengan orang lain,” tegasnya.
Sekretaris Divisi Penghimpunan Dana Abadi UB ini menambahkan, selain mendapatkan manfaat yang sudah diterima, para awardee ini juga harus mengerti bahwa mereka bertanggung jawab atas dirinya dan hal-hal lain yang bersamaan dengan privilege tersebut.
Hal ini ia tegaskan dengan menyoroti adanya perbedaan antara kompetensi akademik dengan kebutuhan di dunia kerja.
“Kemampuan akademik tidak selalu sepenuhnya berbanding lurus dengan tuntutan di lingkungan profesional. Dalam proses rekrutmen, misalnya, perusahaan tidak hanya mempertimbangkan seberapa tinggi kemampuan akademik seseorang. Sikap mau belajar, bekerja keras, mampu bekerja sama, memiliki inisiatif, serta dapat dipercaya juga menjadi pertimbangan penting,” beber pria yang akrab disapa Dacil ini.
Ia mengambil contoh di perusahaannya, yang lebih memilih teman-teman yang mau belajar dan mau bekerja keras daripada mungkin yang sudah pintar tetapi tidak bisa bekerja sama.
Pria yang mengawal karir di dunia marketing dan memperluas ke bidang kesehatan ini menambahkan, kemampuan memimpin dan membangun kepercayaan juga menjadi nilai penting. Seseorang yang memiliki keahlian tertentu, tetapi tidak mampu bekerja sama dengan orang lain, akan menghadapi tantangan tersendiri di dunia kerja.
Ia menilai teamwork merupakan salah satu keterampilan yang perlu dibangun sejak mahasiswa. Kepandaian akademik saja tidak cukup, tetapi harus dilengkapi kemampuan bersosialisasi, bekerja sama, berinisiatif, dan mengambil peran dalam lingkungan.

Peserta dan pemateri saat pembukaan Pembekalan Penerima Beasiswa Dana Abadi Semester Ganjil 2026 di Ruang Sidang Gedung Rektorat Lantai 8, Sabtu (3/10/2026). (Nedi Putra AW)
“Akademis itu satu hal penting pada waktu lulus. Tetapi pada waktu kerja, kalau dia punya pengalaman sosial atau organisasi, pernah memimpin, itu akan jauh lebih menunjukkan bahwa dia orangnya proaktif,” ungkap alumnus Fakultas Ekomomi dan Bisnis (FEB) UB ini.
Pengalaman berorganisasi dan kepemimpinan, lanjutnya, dapat menjadi indikator bahwa seorang mahasiswa memiliki kemauan untuk mengambil tanggung jawab, bekerja keras, dan berinteraksi dengan orang lain.
Pesan tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi para awardee Dana Abadi UB agar tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mereka diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan selama menjadi mahasiswa untuk membangun karakter, pengalaman organisasi, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja dalam tim sebagai bekal memasuki dunia profesional.
Pemateri dari Trimegah Sekuritas, Alifa Gina Maharani, membekali para penerima Beasiswa Dana Abadi Universitas Brawijaya (UB) dengan pemahaman mengenai literasi dan pengelolaan keuangan. Materi tersebut diberikan untuk membantu mahasiswa membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini.
Alifa yang merupakan Mutual Fund Product Campaign Specialist Trimegah Sekuritas mengapresiasi kesempatan yang diberikan tim Dana Abadi UB untuk memberikan pembekalan kepada para awardee. Peserta pembekalan berasal dari berbagai jenjang semester, mulai semester 3 hingga semester 7.
Menurut Alifa, literasi keuangan penting diberikan kepada mahasiswa agar mereka memiliki bekal sebelum memasuki dunia kerja. Tidak hanya memahami cara mengelola keuangan pribadi, mahasiswa juga perlu memiliki mindset menabung serta mengenal dasar-dasar investasi.
“Harapannya ketika nanti mereka sudah lulus dan bekerja, mereka sudah mempunyai bekal bagaimana mengelola keuangan, bagaimana cara menabung yang benar, dan bagaimana mengoptimalkan penghasilan yang mereka dapatkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memiliki pemahaman yang cukup mengenai investasi. Pengetahuan tersebut diperlukan agar mahasiswa tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi yang tidak jelas dan dapat mengenali potensi investasi bodong maupun berbagai bentuk penipuan keuangan.

Pemateri dari Trimegah Sekuritas, Alifa Gina Maharani. (Nedi Putra AW)
Salah satu pesan utama yang disampaikan Alifa adalah pentingnya menjadikan menabung sebagai sebuah kebiasaan. Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu dibangun sejak mahasiswa, meskipun dimulai dari nominal yang kecil.
“Mindset untuk menabung dan berinvestasi itu harus dibangun dan dibiasakan sejak dini, dari nominal yang kecil. Kalau dari uang yang sedikit saja kita tidak terbiasa menabung, ketika nanti memegang uang yang lebih besar justru akan semakin sulit,” jelasnya.
Selain membangun kebiasaan menabung, mahasiswa juga perlu mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kemampuan memilah pengeluaran tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga agar penggunaan uang tetap sesuai dengan kemampuan dan tujuan keuangan.
Dalam mengelola living cost, Alifa menyarankan mahasiswa membuat perencanaan keuangan yang sederhana namun terstruktur. Langkah awal dapat dilakukan dengan mencatat seluruh sumber pendapatan atau dana yang dimiliki, kemudian membaginya ke dalam berbagai pos pengeluaran.
“Dengan pemetaan tersebut, mahasiswa dapat mengetahui dari mana uang berasal dan ke mana uang digunakan. Pengeluaran pun dapat dikendalikan agar tetap terukur serta tidak mengganggu kebutuhan utama selama menjalani perkuliahan,” tandasnya.
Pembekalan literasi keuangan ini menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat Beasiswa Dana Abadi UB. Para awardee tidak hanya mendapatkan dukungan untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dibekali kemampuan praktis yang dapat digunakan dalam mengelola keuangan selama menjadi mahasiswa maupun ketika memasuki kehidupan profesional.
Selain Ardantya Syahreza, dan Alifah G Maharani, pemateri yang dihadirkan adalah drh. Agung Satrio Wibowo dan drg. Dina Maria Ulfa, M. Hingga saat ini, sebanyak 124 mahasiswa telah menerima manfaat dari program Beasiswa Dana Abadi UB.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































