BACAMALANG.COM – Bencana longsor dan banjir menerjang sejumlah wilayah Malang Selatan, Kabupaten Malang, Senin (2/11/2026). Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sejak Sabtu (31/10) dini hari hingga Senin pagi memicu longsoran tanah, amblesan jalan, hingga luapan air berlumpur yang mengancam permukiman warga.
Dampak paling serius terjadi di Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading. Longsor di KM 24+300 sekitar pukul 05.00 WIB menutup seluruh badan jalan provinsi yang menghubungkan Malang dengan Lumajang. Material tanah dan bebatuan menimbun ruas jalan setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sepanjang malam.
Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh dan kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Antrean kendaraan sempat mengular, sementara pengendara sepeda motor hanya bisa melewati celah sempit di sisi jalan.
Longsor juga terjadi di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, pada Senin dini hari. Tebing dengan kontur miring tidak mampu menahan tingginya curah hujan sehingga material tanah menutup akses jalan. Petugas berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan pengaturan lalu lintas.
49 Rumah Terdampak Longsor
Bencana tidak hanya mengganggu jalur transportasi, tetapi juga berdampak pada puluhan rumah warga di Kecamatan Tirtoyudo dan Ampelgading.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, total 49 rumah terdampak material longsoran. Sebarannya meliputi 21 rumah di Desa Tirtoyudo, sembilan rumah di Desa Gandungsari, dan 16 rumah di Desa Tlogosari.
Sementara itu, tiga rumah terdampak di wilayah Kecamatan Ampelgading, yakni di Desa Tirtomarto dan Desa Wirotaman. Sebagian warga di Desa Tlogosari terpaksa mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari risiko bencana susulan.
Kerusakan juga mengganggu akses infrastruktur desa. Di Desa Tirtoyudo, sejumlah jalan desa mengalami longsor, akses menuju pemakaman terputus, dan saluran drainase tertutup material tanah.
Banjir Meluas ke Tiga Kecamatan
Selain longsor, banjir turut melanda sejumlah titik di Malang Selatan. Genangan dan luapan air dilaporkan terjadi di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Bantur, dan Dampit.
Di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, luapan air memasuki kawasan permukiman dengan debit cukup tinggi. Kondisi serupa terjadi di bendung sungai di belakang Koramil Bantur, ketika aliran air meluap dengan deras.
Adapun di Kecamatan Dampit, hujan yang berlangsung sepanjang malam menyebabkan peningkatan debit air, meski intensitas hujan tidak terlalu deras.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan tingginya curah hujan menjadi pemicu utama rangkaian bencana tersebut.
“Intensitas hujan yang tinggi sejak dini hari menjadi pemicu tanah longsor, amblesan jalan, serta luapan air berlumpur yang menerjang permukiman warga dan akses jalan utama,” kata Sadono.
Petugas Gabungan Lakukan Penanganan
Penanganan darurat dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan BPBD, unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), TNI, Polri, perangkat desa, PMI, dan masyarakat setempat.
BPBD melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan instansi teknis untuk mempercepat penanganan di lokasi terdampak. Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional telah bergerak ke lokasi KM 24+300 dan menyiagakan pekerja guna mendukung pembukaan akses jalan.
Kebutuhan mendesak di lapangan meliputi alat berat untuk menyingkirkan material longsor, serta bantuan logistik berupa selimut dan obat-obatan bagi warga terdampak.
Pengendara Diimbau Gunakan Jalur Alternatif
Penutupan jalan akibat longsor membuat pengendara dari arah Malang maupun Lumajang harus mencari jalur alternatif. Petugas mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri melintasi lokasi longsor dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Bagi pengendara dari arah Malang, jalur alternatif yang diarahkan adalah melalui depan Kantor Kecamatan Ampelgading, kemudian belok kanan menuju Desa Purwoharjo dan melanjutkan perjalanan hingga Desa Sidorejo.
Sementara pengendara dari arah Lumajang dapat melintas melalui depan Alfamart Tirtomoyo, kemudian belok kanan menuju Desa Argoyuwono dan Desa Tamansari sebelum turun ke Desa Tirtomoyo.
Petugas masih melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat hujan dan potensi longsor susulan dapat membahayakan keselamatan perjalanan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































