BACAMALANG.COM – Polres Batu resmi membentuk Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah sebagai langkah memperkuat perlindungan terhadap pelajar dari berbagai ancaman di lingkungan pendidikan. Program ini difokuskan pada pencegahan perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga kenakalan remaja.
Pembentukan satgas tersebut ditandai dengan apel yang dipimpin langsung Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa, S.H., S.I.K., M.A.P., Selasa (3/11/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat utama Polres Batu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Malang Kota dan Batu, kepala sekolah SMP, SMA, dan SMK se-Kota Batu, serta perwakilan organisasi siswa intra sekolah (OSIS).
Dalam amanatnya, AKBP Panji Gedhe Prabawa menegaskan bahwa sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang penting dalam membentuk karakter dan mempersiapkan masa depan generasi muda.
Namun, perkembangan lingkungan sosial dan teknologi turut menghadirkan tantangan yang perlu diwaspadai. Mulai dari perundungan, judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja.
“Sekolah sejatinya merupakan rumah kedua, tempat di mana karakter dibentuk, ilmu ditabur, dan masa depan bangsa dianyam. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa tantangan zaman semakin kompleks. Ancaman seperti perundungan, judi online, bahaya narkoba, hingga kenakalan remaja terus mengintai anak-anak kita,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah menjadi salah satu upaya pencegahan dini yang harus dijalankan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan pihak sekolah, tenaga pendidik, pemerintah, orang tua, dan masyarakat diperlukan agar upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dapat berjalan optimal.
Kapolres Batu juga berpesan kepada personel yang ditugaskan sebagai polisi pendamping kelas dan polisi pengawas sekolah agar mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
Personel diminta tidak hanya hadir untuk melakukan pengawasan, tetapi juga mampu menjadi sahabat dan teladan bagi para siswa.
“Pendekatan yang humanis dan persuasif harus dikedepankan dengan membangun komunikasi, mendengarkan keluhan siswa, serta melakukan deteksi dan pencegahan sejak dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” paparnya.
Sinergi juga diharapkan terbangun bersama kepala sekolah dan pengurus OSIS. Kapolres meminta seluruh elemen pendidikan aktif mengidentifikasi persoalan yang dialami peserta didik agar dapat ditangani secara tepat.
“Sehingga setiap permasalahan dapat ditangani secara tepat dan mengedepankan solusi terbaik,” imbuhnya.
AKBP Panji Gedhe Prabawa turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan atas dukungan terhadap pelaksanaan program Polisi Jogo Sekolah.
Ia menilai kerja sama lintas sektor menjadi bagian penting untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan dalam suasana aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut.
Pesan khusus juga disampaikan kepada para pengurus OSIS. Mereka diharapkan mampu mengambil peran sebagai agen perubahan atau *agent of change* dalam membangun budaya positif di lingkungan sekolah.
“Kepada anak-anakku, para pengurus OSIS, kalian adalah agen perubahan atau agent of change. Jadilah pelopor ketertiban dan kedisiplinan di sekolah masing-masing. Jangan ragu untuk merangkul teman-teman kalian dan jadilah mata serta telinga yang aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman,” pesannya.
Melalui pembentukan satgas ini, Polres Batu berkomitmen meningkatkan upaya pencegahan dengan menghadirkan personel kepolisian di lingkungan pendidikan, membangun komunikasi dengan pelajar, serta memperkuat koordinasi bersama pihak sekolah dan instansi terkait.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan memohon rida Allah SWT, Kapolres Batu secara resmi menyatakan Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah Polres Batu siap bertugas.
Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, disiplin, dan ramah anak. Dengan demikian, para siswa dapat mengikuti proses belajar serta mengembangkan potensi diri tanpa dihantui ancaman perundungan, narkoba, judi online, maupun kenakalan remaja.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































