Hari HAM Sedunia, Aliansi Perjuangan Demokrasi Serukan Kasus HAM yang Belum Tuntas - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 10 Des 2020 18:02 WIB ·

Hari HAM Sedunia, Aliansi Perjuangan Demokrasi Serukan Kasus HAM yang Belum Tuntas


 Hari HAM Sedunia, Aliansi Perjuangan Demokrasi Serukan Kasus HAM yang Belum Tuntas Perbesar

BACAMALANG.COM – Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia diperingati pada hari ini, Kamis (10/9/2020). Hari HAM sedunia ini bertujuan mengemukakan bahwa setiap orang memiliki hak asasi manusia.

Sebagaimana diketahui, HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia sebagai anugerah Tuhan yang dibawa sejak lahir. Dalam rangka memperingati Hari HAM Sedunia, Aliansi Perjuangan Demokrasi (API) menggelar aksi untuk mengkampanyekan persoalan-persoalan pelanggaran HAM yang dirasa belum tuntas hingga hari ini.

Siang ini (10/12/2020) digelar acara bertajuk “Rebut Kembali Hak Asasi yang Dirampas Tirani” di depan Gedung DPRD Kota Malang, dan 35 Mahasiswa turut serta dalam aksi tersebut. API menyoroti kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum terselesaikan dan menyerukan persoalan terkait transparansi perancangan undang-undang yang tidak melibatkan publik.

“Kami melihat sudah disepakati secara kelompok, tidak ada transparasi kepada masyarakat luas, padahal sesungguhnya dalam konstitusi itukan kedaulatan tertinggi harus dengan rakyat, maka dari itu sikap kami bahwa segera tuntaskan persoalan HAM dari masa lampau hingga masa kini,” tegas koordinator aksi Arafik Burhan.

Selanjutnya tujuan dalam aksi tersebut mengangkat persoalan yang ada di Indonesia, seperti kebijakan politik yang tidak berpihak kepada masyarakat dalam persoalan demokrasi, kemudian tentang persoalan eksploitasi manusia dan eksploitasi hutan. Selain itu, API juga berharap bisa mengawal masyarakat dan bersama-sama membela masyarakat mengenai persoalan pelanggaran HAM.

Arafik menjelaskan pihaknya akan konsisten untuk mengkampanyekan persoalan berkaitan dengan kebijakan yang tidak pro kepada masyarakat. Arafik mengharapkan kepada Wali Kota Malang dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di Kota Malang, dan berharap dapat memberikan ruang bagi mahasiswa dan masyarakat Kota Malang yang ingin menyampaikan aspirasinya.

“Membuka ruang demokrasi kepada masyarakat Malang, dan mahasiswa-mahasiswa yang merantau, dalam artian menyampaikan bebas berekspresi, bukan sembrono ya tapi selama mengikuti prosedur dan jangan sampai seperti histori-histori yang lalu,” pungkas alumni mahasiswa Wisnuwardhana ini.(wah/zuk)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Modus Gandakan Kunci, Buruh Harian Gasak Pick Up Pedagang di Blimbing, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

15 Juni 2026 - 20:17 WIB

Pengasuh Ponpes di Bululawang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santri, Kini Ditahan Polres Malang

15 Juni 2026 - 19:24 WIB

Kapolres Batu Kukuhkan Polisi Cilik, Siap Harumkan Nama Kota Batu di Lomba Tingkat Provinsi

15 Juni 2026 - 18:02 WIB

MBG Dikritisi, Tokoh Masyarakat Dampit Desak Benahi Konsep dan Keadilan BOS Sekolah Swasta

15 Juni 2026 - 08:03 WIB

Seru dan Edukatif! BPBD Kabupaten Malang Kenalkan Mitigasi Bencana

15 Juni 2026 - 07:55 WIB

Polisi Ringkus Dua Sopir Pencuri Sembako Restoran Senilai Rp 4,1 Juta di Turen

14 Juni 2026 - 20:57 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !