BACAMALANG.COM – FPRB (Forum Penanggulangan Resiko Bencana), bentukan dari Pemerintah Desa Tulungrejo sudah sejak tahun 2018 yang lalu resmi dibentuk.
Ya, pasalnya disetiap kejadian bencana alam seperti tanah longsor, angin puting beliung, hingga banjir dan Covid-19, relawan tersebut selalu melakukan aksi nyata dengan membantu para korban yang tertimpa musibah.
Tak hanya itu, berbagai aksi sosial mereka juga tampak terlibat membantu para korban bencana alam, baik di Desa Tulungrejo sendiri, maupun di Kota Batu.
Ketua FPRB Suwono mengatakan, daoam melakukan aksi sosial, FPRB sendiri di dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya bekerjasama dengan BPBD Pemerintah Kota Batu.
“Jadi, keberadaan FPRB ini memang kepanjangan tangan dari BPBD Pemerintah Kota Batu, yang mana tangung jawabnya adalah membantu para korban yang terkena musibah bencana alam,” kata dia saat diwawancarai awak media, di Balaidesa Tulungrejo, pada Jumat (12/3/2021) sore.
Selain itu, tambah Suwono, FPRB juga terlibat dalam langsung dalam penanganan Covid-19.
“Salah satunya juga dengan PPKM Mikro. Sehingga, di Desa Tulungrejo ini menjadi zona hijau,” ungkapnya.
Berbagai kegiatan sosial, lanjut Suwono, yang berkaitan dengan bencana alam telah dilakukan bersama dengan warga, relawan serta institusi maupun organisasi lainnya.
“Baru-baru ini, kami juga pernah menangani dan membantu para korban bencana alam seperti angin puting beliung di Dusun Junggo, dan Dusun Wonorejo. Juga bencana alam tanah longsor di Dusun Kekep, Desa Tulungrejo,” beber dia.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono juga menyampaikan, bahwa FPRB sendiri, memang di khususkan untuk membantu dan menangani para korban yang termpa musibah bencana alam.
“Dalam menjalankan tupoksinya, relawan FPRB ini kami anggarkan dana untuk operasional. Kami ambilkan 8 persen dana dari DD tahun 2021. Dana itu, untuk sebagian juga sebagai dana dari penanganan Covid-19,” tukas Suliono.
Dalam menjalankan aksi sosial membantu para korban yang tertimpa musibah bencana alam, Suliono juga menguraikan, para relawan dari FPRB itu juga dibekaki dengan alat sebagai sarana komunikasi.
“Ya, jadi mereka ini juga kami bekali dengan alat komunikasi berupa HT (Handy Talky), tapi itu hanya untuk tim inti saja. Tujuannya, untuk memudahkan sarana komunikasi bagi sesama anggotanya dalam penanganan musibah bencana alam,” urainya.
Suliono juga mengaku, dengan keberadaan para relawan bentukan Pemdes Tulungrejo FPRB ini di Desa Tulungrejo, agar sedianya dapat menjadi parameter atau percontohan bagi desa-desa lainnya, yang ada di Kota Batu.
“Kami sangat mengapresiasi dengan adanya relawan FPRB ini, karena merrka tanpa kenal lelah mau membantu para korban yang tertimpa musibah, utamanya seperti di Desa Tulungrejo, Kota Batu ini,” ujar dia.
Dirinya berharap, agar peran serta Pemerintah Kota Batu juga mendukung dengan keberadaan relawan FPRB yang telah turut serta membantu dan menangani musibah yang terjadi di Kota Batu.
“Semoga dengan adanya FPRB ini, sekiranya dapat menjadikan barometer bagi Pemerintah Kota Batu, supaya kestabilan, pendeteksian dan kerawanan bencana alam yang terjadi dapat tertangani dengan baik,” pungkasnya. (Eko).




















































