Antara Hobi dan Bisnis, Olahraga Golf Bisa Jadi Investasi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 18 Apr 2021 19:59 WIB ·

Antara Hobi dan Bisnis, Olahraga Golf Bisa Jadi Investasi


 Antara Hobi dan Bisnis, Olahraga Golf Bisa Jadi Investasi Perbesar

BACAMALANG.COM – Saat pandemi melanda, banyak kaum muda terutama millenial berlatih bermain olahraga golf, baik sekadar menyalurkan hobi, maupun bertemu dengan rekan sejawat.

Pasalnya, golf disebut sebagai investasi olahraga masa depan yang dapat mempermudah karir seseorang, utamanya dalam berbisnis.

Ketua Paguyuban Malang Seduluran, Pramudhito Putra Virmanza, mengatakan, bahwa golf merupakan cabang olahraga yang identik dengan kegiatan bisnis.

“Sebab, banyak pebisnis yang melakukan mediasi sembari berolahraga golf. Karena, memang banyak para pebisnis yang menjadikan golf sebagai sarana ajang bertemu dengan klien maupun dengan rekan sejawat atau relasi bisnis,” kata Dito kepada awak media, di sela-sela olahraga golf di Batu Panorama City Hall Villa Estate, Minggu (18/4/2021).

Maka dari itu, lanjut Mahasiswa Unmer Fakultas Hukum ini, golf juga sering disebut sebagai sarana dealing bisnis.

“Ya, meskipun sebenarnya banyak juga yang bermain golf hanya untuk sekadar atau menyalurkan hobi atau refreshing semata, jadi tidak indentik bisnis saja,” ungkap Dito.

Ketua Pengusaha Kampus Malang ini menuturkan, tren golf memang banyak menyasak ke anak muda, terutama kaum millenial. Namun, juga masih banyak didominasi oleh para pebisnis baik senior maupun pengusaha muda.

“Pebisnis senior biasanya mereka menjalin hubungan kerja bukan hanya di kantor, tapi justru di tempat lain. Seperti lapangan golf ini salah satunya. Mereka juga saling membicarakan bisnisnya masing-masing, sembari bermain golf,” ujarnya.

Di lapangan golf, lanjut Ketua Bidang Keanggotaan dan Keorganisasian SAPMA PP Kabupaten Malang ini menguraikan, jika seseorang bisa melihat perilaku koleganya lebih jelas ketimbang di kantor biasa. Karena bermain golf membutuhkan waktu cukup lama yakni mencapai 2 jam. Sehingga bisa saling mengenal satu sama lain.

Menurut Dito, yang dialaminya sebagai seorang penghobi olahraga golf, selama pandemi Covid-19 saat ini, tren bermain golf ternyata mengalami perubahan. Tak cuma mengarah ke pebisnis senior, namun juga menyasar para eksekutif muda.

“Sekarang banyak anak muda yang mulai berminat main golf, seperti saya. Terutama para eksekutif muda yang mencoba menjalin relasi bisnisnya,” jelas Dito.

“Karena saat pandemi, banyak kaum muda berlatih golf untuk berolahraga. Golf disebut sebagai investasi olahraga masa depan yang dapat mempermudah karir seseorang. Artinya, anak muda mulai banyak selama pandemi ini. Mungkin karena masih work from home dan kuliah online ya,” ungkap dia.

Olahraga golf, masih kata Dito, juga merupakan investasi olahraga masa depan. Memiliki keterampilan bermain golf disebut akan menunjang karir mereka di masa depan.

“Maka dari itu, saya sengaja mempelajari kemampuan bermain golf mulai sekarang, disamping akan memudahkan jika nanti rekan atau kolega kerja memiliki hobi yang sama. Jadi, urusan pekerjaan bisa diselesaikan lebih mudah sambil bermain golf. Karena bisanya kemampuan main golf, sikap seseorang saat bermain golf bisa jadi penilaian tersendiri saat menjalankan bisnisnya,” paparnya.

Hal senada juga dikatakan Anisa Krisdayanti. Ia menyatakan, banyak korporasi atau perusahaan yang mulai mendaftarkan karyawannya untuk kelas golf.

“Salah satu tujuannya, agar supaya para karyawan ini bisa mengimbangi para rekan bisnis atau klien dari kalangan pecinta olahraga golf. Karena banyak klien dari mereka yang merupakan golfer, jadi perusahaan sadar pentingnya skill bermain golf dalam memenangkan tender,” jelas Icha sapaan akrabnya.

Marketing di salah satu maskapai penerbangan ini menambahkan, banyak perusahaan yang kemudian menjadikan olahraga golf menjadi salah satu keahlian olahraga yang bisa dipilih.

“Banyak juga beberapa perusahaan yang mendaftarkan karyawannya, baik perseorangan maupun secara berkelompok untuk ikut atau paling tidak menyukai olahraga golf di sini,” tandasnya. (Eko)

Artikel ini telah dibaca 172 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pemkot Malang Sosialisasikan Aturan Baru Opsen PKB dan BBNKB, Masyarakat Diminta Pahami Skemanya

8 Juni 2026 - 19:42 WIB

ION WATER Dukung AirAsia HYROX Jakarta 2026, Perkuat Ekosistem Fitness dan Sport Tourism Indonesia

5 Juni 2026 - 07:31 WIB

Koperasi SBW Malang Jadi Rujukan Internasional, ANGKASA Selangor Pelajari Sistem Tanggung Renteng

2 Juni 2026 - 22:24 WIB

Libur Panjang Dongkrak Wisata Batu, Selecta Diserbu 5.700 Pengunjung Sehari dan Okupansi Hotel Tembus 80 Persen

2 Juni 2026 - 19:32 WIB

BRI Region 13 Malang Catat Transaksi QRIS Tembus Rp2,05 Triliun, Pengguna BRImo Capai 3,3 Juta

31 Mei 2026 - 20:42 WIB

Buruh Rokok Malang di Persimpangan: Tertekan Cukai dan Rokok Ilegal, Bisakah Ekspor Jadi Penyelamat?

31 Mei 2026 - 09:17 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !